PEKANBARU - Progres pembangunan dua jembatan flyover yang berlokasi di persimpangan Mall SKA dan persimpangan Pasar Pagi Arengka, tampak berjalan bagai ''siput'', padahal tenggat waktu tersisa kurang lebih 6 bulan lagi. Keduanya terancam tak selesai sesuai waktu yang diberikan.

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis, (212/7/2018) mengatakan, proyek flyover tengah memasuki lintasan kritis (critical path), yang dalam dunia konstruksi dianggap sebagai lintasan yang paling menentukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Untuk itu, Noviwaldy meminta Komisi IV DPRD Riau mengawasi lebih intens pembangunan tersebut.

"Sekarang masuk dalam lintasan kritis, kita lihat pier atau giredernya belum dipasang, kegiatan pengerjaannya juga tidak seaktif yang kita harapkan, padahal tinggal 6 bulan lagi. Saya latar belakang kontruksi juga dan pesimis melihat hal ini," ujarnya.

Namun demikian, Noviwaldy berharap pihak - pihak terkait memiliki inovasi ataupun strategi jitu untuk mempercepat pembangunan tersebut, sehingga tidak harus menjadi bangunan mangkrak. Karena pembangunan infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di Panam dan Marpoyan.

"Kita tidak lagi bicara tentang bagaimana agar selesai, tetapi sekarang kita bicara tentang bagaimana agar lebih cepat saja pembangunannya, karena saya kira sudah tidak mungkin tahun ini selesai. Tetapi, saya kira masih ada harapan kalau PUnya atau kontraktornya memiliki inovasi atau langkah - langkah untuk mempercepat ini, misalnya menambah pegawai, menambah peralatan dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, terkait berapa jumlah dan persentase anggaran yang sudah tersedot untuk pembangunan 2 flyover selama 6 bulan terakhir ini, Noviwaldy mengaku belum menerima laporan.

"Belum saya dapat laporannya, belum saya lihat, tadi baru akan dikasih, mungkin nanti dikasih," ungkapnya. ***