SELATPANJANG - Sebanyak lima orang Narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau berupaya untuk kabur dengan cara membobol tembok kamar mandi yang berada di dalam ruang tahanan.

Empat orang napi yang terlibat ingin kabur merupakan kasus narkotika, sedangkan satu orang lainnya merupakan napi kasus pencurian. Kelima napi berupaya kabur dengan membobol tembok penjara dengan sendok.

Kepala Cabang Rutan Selatpanjang, Rio Chaidir AMd IP SH MSi, mengatakan bahwa napi yang ingin kabur tersebut berusaha membobol tembok kamar mandi yang berada di dalam ruang tahanan. Namun upaya untuk melarikan diri gagal dilakukan, karena saat melakukan kontrol, petugas menemukan hal yang tidak lazim. 

"Mereka berusaha untuk melarikan diri dengan membobol tembok dengan menggunakan sendok, namun tembok yang baru dilubangi setengah itu diketahui oleh petugas yang melihat suasana tak lazim di kamar mandi saat melakukan kontrol," kata Rio Chaidir, Selasa (18/6/2019).

Ads
Rio juga mengatakan, upaya untuk kabur telah dipersiapkan oleh ke lima napi secara matang. Dimana mereka telah melakukan pembobolan tembok selama seminggu. Alat yang digunakan adalah sendok besi runcing yang ditajamkan menggunakan kikir. Diketahui kikir tersebut diselundupkan oleh istri salah seorang napi.

"Dari pengakuan mereka, sudah seminggu lamanya mereka mencungkil dinding kamar mandi secara bergantian sejak lebaran ketiga. Alat yang digunakan adalah sendok besi yang ditajamkan dengan kikir. Kikir itu diselundupkan oleh istri salah seorang napi saat open house kemarin," ungkapnya.

Dijelaskan Rio, kelima napi tersebut mengaku menyesal dan saat ini mereka diasingkan didalam sel terpisah dan akan menjalani hukuman disiplin.

"Setelah gagal kabur, mereka mengaku menyesal, karena tembok Lapas sangat tebal. Mereka juga mengaku melakukan hal tersebut karena tidak sanggup menjalani hukuman di Rutan," jelasnya.

Untuk itu, terhadap kejadian ini pihak Rutan akan memperkuat intern agar lebih kondusif dan melakukan pendekatan yang humanis.

"Kita akan memperkuat intern, selain itu akan kita lakukan pendekatan yang humanis agar suasana lebih kondusif, karena rata- rata disini banyak yang tidak kuat menjalankan masa hukuman," pungkasnya.***