
PEKANBARU – Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengingatkan para sarjana baru bahwa ijazah bukanlah jaminan keberhasilan. Menurutnya, ijazah memang penting sebagai bekal masa depan, tetapi yang lebih menentukan adalah kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Wisuda ke-XXX Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar di Pekanbaru, Kamis (4/9/2025). “Ijazah sangat penting untuk masa depan. Namun, yang terpenting adalah kemampuan adaptasi menghadapi perubahan zaman. Ilmu yang diperoleh tidak akan berarti tanpa diiringi akhlak mulia dan kejujuran,” kata SF.
Ia menegaskan, akhlak dan kejujuran adalah modal utama untuk meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, para wisudawan diminta tidak berhenti belajar meski sudah mengantongi gelar akademik. “Era saat ini menuntut generasi muda yang adaptif, inovatif, dan memiliki landasan spiritual yang kuat,” ujarnya.
Selain pesan personal, SF juga mengajak para alumni STAI Al-Azhar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk membawa dampak positif di lingkungan masing-masing. “Jangan hanya mencari kesuksesan pribadi, tetapi berikan juga manfaat bagi orang lain. Saudara-saudara adalah generasi penerus yang akan membawa Riau lebih maju,” katanya.
SF menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pendidikan berbasis keislaman. Ia menilai pendidikan agama punya peran penting dalam mencetak generasi emas Riau 2045 yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing secara global.
Di penghujung pidato, ia berpesan agar para wisudawan selalu bersyukur dan berbakti kepada orang tua. “Restu orang tua adalah kunci keberhasilan hidup. Jangan pernah lupakan jasa mereka,” ucapnya. ***