PEKANBARU, GORIAU.COM - 3 unit mobil dinas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang dibawa kabur mantan anggota dewan masih terus ditelusuri. Senin (19/1/2015) pagi ini, Sekretariat DPRD Riau telah melimpahkan kewenangan sepenuhnya kepada Satpol PP Riau.

Namun Satpol PP Riau belum bisa turun langsung ke lapangan, karena data yang dilaporkan Sekretariat DPRD Riau tidak lengkap. "Kita minta Sekwan lengkapi data-datanya, agar tim mudah melacak," kata Kasatpol PP Riau, Noverius melalui selularnya kepada GoRiau.com, Senin (19/1/2015).

Dijelaskan Noverius, masih ada 6 unit mobil lagi yang akan ditarik dan menjadi kewenangan Satpol PP Riau. Namun 3 diantaranya ada yang sudah melapor dan ada yang sudah terlacak.

Namun yang 3 lagi masih akan dilacak oleh tim Satpol PP Riau. Dijelaskannya, baik alamat, nomor kontak dan data rinci lainnya belum diserahkan oleh Sekwan. "Ada di beberapa daerah, seperti Duri, Dumai bahkan Jambi. Jika nantinya sudah lengkap, tim akan langsung turun," sambung Noverius.

Namun saat dikonfirmasi ke Sekretaris DPRD Riau, Zulkarnain Kadir, Senin (19/1/2015), dirinya menolak menyebutkan ketiga nama mantan anggota DPRD itu melarikan mobil dinas.

''Bukan dilarikan, tapi mantan anggota itu tidak bisa dihubungi karena handphonenya sudah tidak aktif, dan saat didatangi ke kediamannya, ternyata juga sudah tidak tinggal disana,'' jelas Zul Kadir, panggilan akrab Zulkarnain Kadir.

Namun saat diminta menjelaskan penginventarisan mobil dinas DPRD Riau yang dipinjamkan kepada 55 mantan anggota DPRD Riau periode 2009 - 2014, kandidat doktor bidang hukum Universitas Islam Bandung (Unisba) ini menjelaskan, hanya 3 unit mobil lagi yang tidak jelas keberadaannya.

''Dari 55 mobil dinas itu, 50 sudah dikembalikan, 2 sudah ada konfirmasi untuk dikembalikan. Hanya 3 yang tidak jelas rimbanya,'' urainya.

''Pagi ini, kami juga menggelar rapat lengkap dengan g bagian umum, perlengkapan dan transportasi Setwan tentang laporan penarikan mobil dinas dewan periode 2009-2014. Dan dari laporan hari Kamis kemaren ada 3 unit yg tek jelas rimbanya atau si pemakai, rumahnya sudah pindah dan hp tidak aktif. Sesuai komitmen kami tentang aset negara ini, hari ini, Senin, semua data kendaran dinas yang belum balik akan kami serahkan ke Satpol PP Riau. Dan menjadi tugas Satpol PP untuk menarik paksa aset tersebut sesuai kewenangannya,'' jelas Zul Kadir.***