
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Dianggap telah mengingkari janji, Bupati Pelalawan dengan tegas mengancam akan memutus kontrak dengan pihak PLN Rayon Pangkalan Kerinci. Pasalnya, dalam penyaluran arus PLN lebih mengutamakan pelanggan industri ketimbang masyarakat.
Seperti disampaikan Bupati Harris saat Safari Ramadhan di Masjid As-Syukron, Kelurahan Kerinci Timur. Pihak PLN dianggap telah melakukan penyimpangan pendistribusian arus yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG ) Langgam Power.
"Saya akan putuskan kontrak Langgam Power dengan PLN. Sepertinya PLN lebih mengutamakan pelanggan industri, ketimbang masyarakat,"tegasnya.
Bupati Harris beralasan, daya yang dihasilkan oleh PLTMG Langgam Power tidak sepenuhnya mengalir ke masyarakat, namun sebagian daya dijual ke industri-industri besar yang beroperasi di Pelalawan.
Sehingga, arus yang seharusnya bisa dinikmati oleh warga, digunakan oleh industri untuk kepentingan usahanya. Alhasil krisis listrik kembali terjadi di Pelalawan, meskipun sesungguhnya arus itu melimpah.
"Kita sudah pernah menegaskan kepada pihak PLN untuk mengutamakan masyarakat. Besarnya arus yang dijual ke industri, itulah membuat listrik masyarakat jadi hidup mati,"ujarnya.
Bupati Harris juga menegaskan, jika tidak ada kerusakan yang terjadi pada mesin PLTMG Langgam Power, seperti yang dikabarkan selama ini.
"Semua turbin beroperasi dengan baik dan normal,"tandasnya.(rkn)