RENGAT BARAT, GORIAU.COM – Penjara bukanlah akhir dari segala-galanya. Nikmati hidup ini dan banyaklah bersyukur kepada Allah SWT, melalui penjara, masih banyak yang bisa diperbuat untuk kebaikan. Demikian disampaikan Ust H Anton Medan saat memberikan tausiah kepada warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kls  IIB Rengat di Pematang Reba, Minggu (25/11/2012).

Anton Medan atau yang yang nama Islam H Ramdhan Effendi, menghimbau warga binaan dan masyarakat untuk kembali kepada Al Qur’an dan hadist dengan menjalankan ketentuan yang telah digariskan Allah SWT dan jangan sampai berkhianat kepada Nya.Menurutnya, warga binaan rutan  merupakan  orang-orang pintar tetapi hanya kebetulan bernasib sial. Untuk itu katanya, selama menjalani masa tahanan hendaknya dapat merubah jalan hidup kepada lebih baik lagi. ''Banyak pelajaran dan nilai-nilai positif yang dapat diambil dari Rutan,'' beber Ketua Umum DPP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), organisasi muslim keturunan China di Indonesia.Sementara itu, Kepala Rutan Rengat, Sulistiyono ketika dikonfirmasi melalui Kepala Pegamanan Rutan, Abdul Rafik Minggu (25/11/2012) di ruang kerjanya mengungkapkan kedatangan Ust H Anton Medan yang merupakan mantan napi kelas kakap merupakan rangkaian dalam memperingati 1 Muharram 1434 H yang digelar Rutan Rengat. ''Tausiah yang disampaikan ust H Anton Medan ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan dalam menghadapi kehidupan ini, banyak hikmah yang dapat dipetik dari pengalaman yang disampaikan mantan preman ini,'' ujarnyaDikatakan Abdul Rafik, dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1 Muharam 1434 H Rutan juga mengadakan beberapa lomba diantaranya, lomba adzan, ketepatan bacaan salat, MTQ, halapan Al-Qur’an dan lomba pidato. Namun sejumlah lomba itu tidak diikuti bagi warga binaan dari kasus tindak pidana korupsi (Tipikor). Karena menurut pihak Rutan, warga binaan dari Tipikor jauh lebih unggul pengetahuannya dibanding warga binaan lainnya.Untuk juara pertama lomba adzan diraih olah Pendi Saputra Gentol yakni warga binaan kasus pencurian, juara kedua, Zainal warga binaan Kasus penadah dan juara ketiga yakni Abu Bakar Napi kasus pembunuhan. Pada lomba ketepatan bacaan salat, juara pertama dipegang oleh Martonis alias Anton warga binaan kasus narkoba, juara kedua, Redi Shonata warga binaan kasus narkoba dan juara ketiga, Syafi'i warga binaan kasus perampokan.Juara lomba MTQ, Zainal warga binaan kasus penadah dan juara kedua Pendi Saputra dan juara ketiga, Zapariandi Saragih sama-sama warga binaan pencurian. Juara lomba hafalan Al-Qur’an yakni Bambang H Napi kasus Asulila, juara kedua, Yupen kasus penggelapan dan juara ketiga Andra kasus narkoba.Sedangkan pada lomba pidato, juara pertama dipegang oleh M Muhrodin kasus pembunuhan, juara kedua Aminudin dan juara tiga Marda sama-sama kasus penggelapan. ''Sebagian orang menilai warga binaan kasus pembunuhan sadis, nyatanya pada dua cabang lomba dapat unggul,'' ungkap Kepala Pengamanan Rutan (KPR)Untuk itu katanya, melalui berbagai lomba itu akan dapat mendidik dan pendalaman bidang agama bagi para Napi. ''Sebelum acara tausiah dimulai ada penampilan Marawis Al Hijrah dibawakan binaan mantan Napi Korupsi APBD Inhu yakni Tomimi Comara,'' terangnya . (wsr)