PEKANBARU - Warga Pekanbaru dan beberapa daerah di Riau mengawali hari Selasa (8/9/2026) dengan pemandangan udara yang kabur. Kondisi ini sejalan dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatatkan penurunan kualitas udara secara signifikan di pagi hari.

Pada pukul 07.00 WIB, stasiun pemantau BMKG merekam konsentrasi partikulat PM2.5 di Pekanbaru melonjak drastis hingga menyentuh angka 112 µg/m³. Angka tersebut menempatkan udara ibu kota Provinsi Riau ini ke dalam zona tidak sehat.

Berdasarkan indeks kualitas udara BMKG, rentang konsentrasi PM2.5 antara 55,5 hingga 150,4 µg/m³ diklasifikasikan sebagai kategori tidak sehat. Kondisi pagi itu sangat kontras dibandingkan beberapa jam sebelumnya, di mana pada pukul 02.00 WIB, alat pengukur masih menunjukkan angka 0 µg/m³.

Peningkatan aktivitas warga seiring terbitnya matahari diduga turut berkontribusi pada lonjakan partikulat mikroskopis tersebut, membuat jarak pandang di Pekanbaru dilaporkan kurang dari lima kilometer.

Sebaran Kualitas Udara Buruk di Riau

Bukan hanya Pekanbaru, data dari jaringan pemantau kualitas udara global, IQAir, turut memperlihatkan kondisi serupa di berbagai wilayah Riau lainnya. Pemantauan real-time IQAir menunjukkan sejumlah kota berada di atas ambang batas aman (AQI di atas 150).

Berikut rangkuman indeks AQI US di beberapa daerah Riau pagi ini:

  • Bengkalis: 191
  • Pangkalan Kerinci: 183
  • Duri: 182
  • Pekanbaru: 170
  • Bangkinang: 170
  • Bagansiapiapi: 165
  • Siak Sri Indrapura: 158

Imbauan untuk Kelompok Sensitif

Meskipun terdapat perbedaan metode dan skala pengukuran antara BMKG (PM2.5) dan IQAir (AQI), kedua instrumen tersebut memberikan sinyal yang konsisten: udara Riau sedang tidak dalam kondisi baik.

Di tengah kondisi atmosfer yang cukup lembap, sekitar 72 persen berdasarkan pantauan di Rumbai Bukit, kabut yang menyelimuti wilayah ini dipastikan mengandung partikulat halus berbahaya, meski sebagiannya mungkin juga dipengaruhi faktor cuaca.

Menghadapi kualitas udara yang berada pada level kurang sehat, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan disarankan untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan. Di saat bersamaan, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Riau, yang diharapkan mampu membersihkan sebagian polutan dan memperbaiki kualitas udara. ***