PALEMBANG – Gangguan cuaca ekstrem kembali berdampak pada keselamatan penerbangan. Sebuah pesawat Super Air Jet dengan rute Batam menuju Jambi harus mengalihkan pendaratan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (26/7/2025), akibat hujan lebat dan jarak pandang minim.

"Pendaratan tidak memungkinkan dilakukan di Jambi karena visibilitas berada di bawah batas aman. Maka, pilot memutuskan mendarat di Palembang demi keselamatan," ujar General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun.

Pesawat dengan jadwal kedatangan pukul 12.45 WIB itu batal mendarat setelah BMKG melaporkan cuaca ekstrem melanda sejumlah kawasan, termasuk Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

"Hujan deras, potensi petir, dan angin kencang membuat kondisi tidak ideal untuk pendaratan," tulis prakirawan BMKG Kelas 1 Sultan Thaha Jambi, Nabilatul Fikroh.

Setelah dialihkan, pesawat mendarat dengan aman di Palembang. Penumpang menunggu perkembangan cuaca sambil tetap berada dalam pengawasan pihak bandara. Pesawat dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Jambi setelah cuaca membaik.

Kondisi ini menambah daftar penerbangan yang terdampak gangguan cuaca akibat dinamika atmosfer, kelembaban tinggi, dan peralihan musim.

Pihak bandara dan maskapai mengimbau masyarakat memahami keputusan teknis seperti pengalihan pendaratan sebagai langkah untuk melindungi keselamatan semua pihak. ***