SEMARANG - PSPS Pekanbaru harus merelakan poin penuh melayang pada laga pembukaan kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung lawan, skuad Riau takluk dengan skor 1-2 dari tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Jumat (11/9/2026).

Tim tamu sejatinya mampu memberikan perlawanan sepadan. Usai gawangnya dibobol oleh Muhammad Akbar Arjunsyah, PSPS merespons cepat lewat gol penyeimbang dari Antonio Gamaroni pada penghujung babak pertama. Namun, keunggulan kembali berpihak kepada PSIS melalui sontekan Lorensius Sabda pada menit ke-73. Berdasarkan jalannya laga, terdapat sejumlah celah yang memaksa PSPS kehilangan kendali, terutama saat pertandingan memasuki fase penentu.

Aliran Bola Terputus

Penurunan intensitas mulai terlihat pada pertengahan babak kedua. Meski sempat tampil menekan usai turun minum dengan menaikkan garis pertahanan, alur serangan PSPS justru kerap kandas sebelum menyentuh kotak penalti lawan. Bola hasil skema serangan dari bawah sulit menembus area sepertiga akhir pertahanan PSIS.

Distribusi umpan terobosan tajam yang sebelumnya efektif membongkar ruang di babak pertama, menghilang pada paruh kedua. Minimnya suplai bola matang ini membuat Antonio Gamaroni terisolasi di lini depan. Padahal, ketika tim bermain lebih vertikal, kombinasi kecepatan Asir Asiz dan Vieri Donny sempat melahirkan sejumlah ancaman ke gawang tuan rumah.

Celah Lebar Sektor Kanan

Petaka gol kedua PSIS memperlihatkan kelemahan sistem pertahanan sisi kanan PSPS. Deri Antony Corfe mendapatkan keleluasaan ruang untuk bermanuver, mengecoh barisan pertahanan, dan menyodorkan bola kepada Lorensius Sabda. Pergerakan Corfe di area tersebut berulang kali memaksa pemain belakang PSPS untuk terus menyesuaikan posisi.

Strategi Pelatih PSPS, Akhyar Ilyas menerapkan garis pertahanan tinggi memang membuat tim tampil lebih agresif. Akan tetapi, taktik ini menyisakan ruang kosong yang sukses dimanfaatkan lawan. Kondisi ini diperparah dengan transisi bek sayap, Ihsan Siregar, yang kerap terlambat turun mengawal areanya saat menghadapi skema serangan balik cepat.

Kesalahan Mendatangkan Petaka

Akhyar mengakui skuadnya masih sering melakukan kesalahan mendasar yang akhirnya dihukum dengan gol oleh tim lawan. Kesulitan mempertahankan struktur formasi saat bek sayap terlalu asyik membantu serangan menjadi titik lemah yang terus berulang.

"Kesalahan kecil ini kembali terjadi pada babak kedua dan mereka berhasil memanfaatkannya," keluh Akhyar.

Salah satu momen berbahaya nyaris merugikan PSPS saat Alfin melakukan kesalahan umpan, meski beruntung pemain PSIS gagal memaksimalkan peluang tersebut. Di sisi lain, penampilan lini belakang PSPS tidak sepenuhnya buruk. Luiz Motta tercatat beberapa kali berhasil memenangi duel dan memotong jalur bola lawan. Penjaga gawang Dicky Agung juga menorehkan sejumlah penyelamatan penting saat gempuran PSIS semakin deras di paruh kedua. ***