
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Ratusan penonton yang memadati GOR Tengku Pangeran, Kabupaten Pelalawan langsung berteriak memprotes keputusan wasit. Protes ini mereka lakukan lantaran wasit memberi kemenangan kepada petinju Papua, Taufan Paransa yang mengalahkan petinju Riau Tyson Simorangkir.
Tindakan wasit yang memutuskan untuk menghentikan pertandingan karena Tyson tak bisa melanjutkan pertandingan jelas memicu amarah para penonton.
Pasalnya, ada dugaan Tyson yang jatuh pada ronde kedua itu terkena upper cut Toufan yang memukul di bagian bawah perut. Akibatnya, Tyson langsung jatuh terkapar di ring seraya meringis menahan sakit. Sontak melihat hal itu, para penonton yang memenuhi GOR Tengku Pangeran langsung berteriak melayangkan protes.
Tyson yang masih terbaring kesakitan langsung diberikan pertolongan. Beberapa petugas kesehatan memasuki ring untuk memberikan pertolongan pertama. Namun saat Tyson masih merasakan kesakitan, para petugas kesehatan langsung memberikan pertolongan lanjutan dengan membawa atlit tinju kebanggaan Kabupaten Pelalawan itu ke ruang kesehatan.
Begitu Tyson dibawa ke ruang kesehatan, ratusan penonton langsung meneriakkan protes pada wasit. Tak hanya itu, manager Tyson dan tim official juga langsung mendekati tempat duduk para wasit yang berada di sisi lapangan. Suasana di GOR mulai tampak ricuh, ditingkahi dengan teriakan-teriakan protes para penonton atas keputusan wasit.
Kegaduhan makin bertambah saat wasit mulai membacakan hasil pertandingan. Pasalnya, di sisi lapangan kubu Tyson masih melayangkan protes atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh atlet tinju dari Papua yang memukul di bagian yang terlarang.
Dalam keadaan yang masih diliputi protes itu, tiba-tiba dari tribun sebelah, salah seorang penonton melemparkan botol plastic Coca Cola ke arah para wasit dan tepat mengenai kepala seorang polisi yang tengah menjaga di arena.
Keributan makin bertambah, karena aparat kepolisian yang berjaga di sudut-sudut GOR langsung mengejar pelaku. Beberapa aparat kepolisian yang tengah berjaga di lapangan pun, langsung berlarian ke atas untuk mengejar pelaku pelemparan yang makin menambah ricuh suasana pertandingan.
Di sisi lapangan, kubu Tyson masih terus melayangkan protes pada wasit. Bukan hanya kubu Tyson saja, bahkan orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan pun, HM Harris, tampak mendatangi meja para wasit. Meski tak berkata apa-apa, namun sepertinya orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan itu juga mengharapkan agar para wasit tak terlalu terburu-buru memberikan keputusan dengan melihat reka ulang dulu di detik-detik sebelum Tyson jatuh.
Ditemui di ruangan Media Center Sub PB PON Pelalawan, Ketua Pertina Pelalawan, Husni thamrin, pada wartawan mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat protes resmi pada panitia atas keputusan wasit yang dinilai tidak fair itu.
''Ya, kami akan melayangkan surat protes resmi. Kami berharap wasit bisa melihat pertandingan ini secara adil, atlit Papua kita saksikan sendiri memukul Tyson di bagian yang terlarang. Itu harus diselidiki, kan di ring itu terpasang CCTV, jadi bisa mereka ulang pertandingan tadi,''ujarnya.
Menurutnya, bila mengacu pada pertandingan tinju internasional, maka jika nanti terbukti atlit Papua itu benar-benar memukul di bagian yang terlarang untuk dipukul, maka atlit Papua itu akan terkena diskualifikasi dan atlit Tyson yang akan keluar sebagai pemenangnya. ''Tapi yang jelas, kita akan melayangkan protes resmi terkait kejadian ini.'' tutupnya.(*/rsc)