SELATPANJANG - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti melakukan peninjauan sejumlah proyek jalan di Selatpanjang Kota, Selasa (17/1/2017). Di beberapa titik proyek jalan ini, dewan mendapati banyak material hotmix menumpuk di dalam parit (drainase).

Pantauan di lapangan, kunjungan kerja Komisi B DPRD Kepulauan Meranti ini dihadiri langsung oleh Dedi Putra SHI, Muzakir, Taufiek, dan Darwin Susandi SH. Rombongan Komisi B meninjau sejumlah proyek hotmix jalan kota, mulai Selatpanjang Selatan, Timur, hingga Selatpanjang Barat.

Rata-rata di proyek hotmix jalan terdapat material yang tumpah dan menumpuk di drainase. Selain itu, dalam drainase juga terdapat papan-papan bekas yang sampai saat ini belum dibersihkan.

Atas temuan ini, Ketua Komisi B Dedi Putra didampingi Taufiek, Darwin Susandi, dan Muzakir mengatakan akan secepatnya berkoordinasi dengan instansi terkait, Dinas PU. Rencananya, pekan terakhir Januari 2017 mereka akan memanggil hearing Dinas PU.

"Kita minta pihak terkait membersihkan material yang jatuh ke parit dan menutup saluran. Kita khawatir, tujuan pembangunan parit untuk mengalirkan air tidak membuahkan hasil dan menyebabkan banjir," ujar Dedi.

Selain itu, tambah Politisi PPP itu lagi, mereka juga meminta Dinas PU harus ada pemetaan saat membangun. Sehingga, pembangunan bisa dikerjakan secara berurutan untuk memperkecil resiko kerusakan jalan, mengingat kondisi tanah di Meranti banyak yang labil.

"Membangun itu memang harus berurutan. Harus ada rentetan, ini untuk menghindari kerusakanjalan," kata Dedi lagi.

Diakuinya, saat ini pembangunan jalan hotmix terkesan buru-buru dan tergesa-gesa. Pantauan mereka, pembangunan hotmix sering berpindah-pindah pada lokasi pembangunan yang tidak berurutan. Sehingga, tak jarang alat berat itu melintasi ke jalan yang baru saja dibangun. Tentu ini memiliki resiko yang amat tinggi.

"Kita tidak ingin di sini dibangun, disana (yang baru siap dibangun, red) rusak lagi karena dilewati alat berat," ujar Dedi.

"Nanti dalam hearing kita minta Dinas PU memaparkan volume, kendala, serta pendanaan atas pembangunan jalan kota ini," tambah Dedi. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini