PEKANBARU – Meskipun Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT sudah memberikan surat edaran agar seluruh tempat hiburan malam tutup selama Ramadan, namun faktanya masih banyak pengusaha yang tak menggubris.

Bahkan, sejumlah hiburan malam terlihat masih buka dan menyediakan minum-minuman keras. Tak ayal, kondisi ini langsung disikapi oleh ormas Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru.

Pada Minggu (12/5/2019) kemarin, ormas yang dikenal tegas terhadap aksi maksiat itu mendatangi sejumlah tempat hiburan di Kota Pekanbaru. FPI meminta agar seluruh tempat hiburan malam tidak buka dan menjual minuman keras selama bulan suci Ramadan.

Kepada GoNews.co, Ketua FPI Kota Pekanbaru, Husni Thamrin mengatakan, tindakan tegas tersebut dilakukan karena pelaku usaha hiburan malam tetap membandel. "Padahal, beberapa hari yang lalu kita sudah sampaikan instruksi dari Pak wali kota, tapi sepertinya tidak dindahkan. Dari hari pertama puasa sampai hari ini, itu kita temukan rata-rata (tempat hiburan malam) masih buka," ujar Husni melalui pesan Whatsapp, Senin (12/5/2019).

Ads
Salah satu yang menjadi sasaran FPI adalah, Pujasera Siang Malam, Riau Food Court, Hang Out, Pujasera Suncity, Pujasera 88, Perkampungan Jondul, serta sejumlah café remang-remang yang berada di sepanjang Jalan SM Amin.

Dari tempat-tempat itu, didapati para pelaku usaha hiburan malam masih buka dan bahkan menjual minuman keras. Menurut Husni, ia masih melihat banyak gelas berisikan minuman keras yang masih berada di atas meja.

"Kita nasehati, kita minta semua minuman di meja itu dibuang. Kita juga memohon agar mereka tutup selama bulan puasa, hormatilah yang puasa," tegasnya.

"Intinya Kita minta mereka menghargai umat muslim yang sedang berpuasa, dan menghormati instruksi dari walikota, dan Alahamdulillah, tidak terjadi gesekan, para pemilik tempat usaha hiburan malam sudah berjanji untuk mengikuti instruksi wali kota dan tidak akan menjual minuman keras serta tidak buka selama Ramadhan," timpalnya.

Selain itu kata Husni, pihaknya juga menyambangi beberapa Warnet, karaoke dan Pub. Lagi-lagi ia berpesan kepada para pemilik usaha, untuk menutup usahanya selama ramadan.***