PEKANBARU, GORIAU.COM - Perlahan-lahan, Provinsi Riau kembali digerogoti hotspot (titik panas). Namun sejak munculnya titik panas pada Januari 2015 lalu, Kabupaten Bengkalis masih bertahan memiliki titik terbanyak dari kabupaten/kota lainnya.

Untuk hari ini, berdasarkan pantauan Karhutla Monitoring System (KMS) di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau, terdata sebanyak 45 titik panas. Dimana 30 titik di Bengkalis, 4 titik di Pelalawan dan 2 titik di Siak.

"Bengkalis masih tertinggi, karena memang lahan gambut cukup luas di sana. Tetapi tim sudah turun, mulai dari TNI, jajaran kepolisian, BLH, Manggala Agni hingga masyarakat peduli api," kata Kepala BLH Riau, Yulwiriati Moesa ketika dikonfirmasi, Rabu (11/2/2015).

Diakuinya, untuk mencapai zero burning (bebas kebakaran) cukup sulit. Karena sebagian besar titik panas muncul di lahan-lahan gambut yang cukup dalam dan tidak bisa diprediksi secepat apa penyebaran.

"Ditambah lagi mungkin Bengkalis sudah satu bulan tidak hujan. Tapi intinya kita bersama pihak terkait komit untuk mengantisipasi dan menanggulangi agar tidak meluasnya kebakaran," tegas Yulwiriati Moesa.***