
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sekretaris Fraksi Hanura Bintang Reformasi, H M Adil SH, mengaku kesal dengan bangunan pagar Stadion Purnama di Desa Mekong Kecamatan Tabing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, yang memakan korban beberapa hari lalu. Menurutnya konsultan pembangunan pagar tersebut harus bertanggungjawab atas kejadian itu.
Demikian disampaikan HM Adil ketika ditemui di Alah Air, Rabu (18/12/2013) sore. Adil mengatakan proyek tersebut tidak boleh diterima dan tidak boleh dibayar karena proyek itu mengancam keselamatan jiwa dan bisa membunuh pemain.
"Proyek itu tidak boleh diterima, dan tidak boleh dibayar, karena itu proyek bisa membunuh orang," kata Adil kepada wartawan.
Adil juga menambahkan, atas pembangunan pagar yang membahayakan jiwa pemain itu, konsultan, perencanaan dan pengawas proyek tersebut harus bertanggungjawab.
"Itu harus dipertanggungjawabkan, harus dibawa ke meja hijau. Konsultannya haus dilaporkan ke penegak hukum, itu konsultan gila," kata Adil dengan nada kesal.
Kemudian Adil juga mengatakan bahwa tidak boleh melakukan kegiatan seperti turnamen di lapangan yang menjadi andalan di Kepulauan Meranti itu. Menurut Adil pula, kalau tetap ngotot mau melakukan aktivitas sepakbola di lapangan tersebut, yang main harus kontraktor, konsultan, dan perencana bangunan.
"Mereka yang harus main biar kepalanya pecah, kalaupun mati ya mereka yang akan mati," ungkap Adil.
Sementara itu, mantan Kepala Desa Mekong yang juga tokoh olahraga Sepakbola Desa Mekong A Rahman ketika ditemui di Selatpanjang mengatakan, tetap akan mengadakan acara turnamen tahunan di lapangan tersebut. Rencananya turnamen yang digelar awal Januari 2014 itu akan diikuti sekitar 64 klub sepakbola dan dilaksanakan selama lebih kurang 40 hari.(zal)