PEKANBARU, GORIAU.COM - Rektor Universitas Riau (Unri), Aras Mulyadi mengingatkan seluruh dosen yang bertugas agar mengedepankan atau memprioritaskan institusi dan lembaga yang mereka naungi dibanding urusan di luar sana.

Pesan ini disampaikan Aras agar jangan ada lagi Gulat Medali Emas Manurung jilid II ke depannya. Pasalnya, banyak dosen yang mengutamakan bisnis di luar ketimbang tugas mereka yang sebenarnya.

"Kalau memang ada kegiatan di luar, harus bersifat institusional juga, kalau bisa jangan lari dari itu. Agar pihak universitas juga bisa tahu dan dengan mudah memantau," kata Aras Mulyadi.

Unri secara resmi memberhentikan tersangka Gulat Manurung sebagai dosen Fakultas Pertanian Unri beberapa waktu lalu. Selain karena sangkaan terhadapnya, pihak Unri juga memberikan kemudahan untuk melanjutkan proses penyidikannya.

"Kita berharap agar para dosen lebih mementingkan tugas pokok mereka. Jangan sampai ada tindak laku yang aneh di luar sana. Sejauh ini tidak ada yang terindikasi, dan jangan sampailah," ujar Aras.

Gulat Manurung ditetapkan sebagai tersangka pada akhir September 2014 bersamaan dengan penetapan tersangka untuk Annas Maamun. Keduanya diamankan dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK dengan barang bukti uang tunai diduga hasil suap senilai miliaran rupiah.

Gulat disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***