PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II Pasir Pangaraian, Misbahudin, memprogramkan zero to Halinar (handphone, pungutan liar dan narkoba). Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi  agar kondisi lembaga ini benar-benar terjaga,  aman dan tertib. 

Meski baru empat bulan menjabat sebagai Kalapas, tambahnya, namun secara perlahan-lahan, dirinya sudah melakukan penataan dan perbaikan diberbagai sisi. Untuk itu setiap pengunjung yang datang bertamu untuk keluarganya, selain ada pemeriksaan badan, juga sudah menerapkan pemeriksaan sensor. ''Dulu itu tidak ada, sekarang kita siapkan kamar sensor, khususnya handphone dan narkoba," papar Misbahudin.

Disamping itu, pihaknya juga secara terus menerus melakukan razia handphone sedangkan untuk untuk pembinaan, Lapas juga menyediakan konsultasi hukum. ''Jadi jika ada warga binaan yang membutuhkan konsultasi seputar kasus hukum yang menimpanya bisa dibantu,'' terangnya.

Selain itu taman dan sekeliling Lapas Pangaraian saat ini ditanami jagung, ditambah, buah Naga. ''Buah Naga banyak virusnya makanya kita hentikkan dan kita ganti dengan jagung," tutur Misbahudin.

Saat ini sebanyak 560 warga binaan, baik itu nara pidana dan tahanan, mereka melakukan program dengan baik, ''Kita ajak mereka puasa Senin dan Kamis dan kita juga melakukan pengajian dengan penceramah dari luar,'' pungkasnya. (ram)