
DUMAI - Masyarakat Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Riau, mengeluhkan kondisi bahan bakar minyak (BBM) langka sebulan belakangan ini, seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Bagaimana kesiapan bbm saat Mandi Safar yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tanggal 30 November 2016 nanti.
Arianto warga Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, menceritakan kepada GoRiau.com, Jumat (225/11/2016) kondisi keberadaan bbm jenis premium yang biasanya mudah ditemukan. Kondisi ini sejak truk bbm dilarang masuk menggunakan kapal penyeberangan roro.
"Untungnya, meskipun langka, harga seperti biasa. Per liternya untuk premium Rp9.000, pertalite Rp10.000, dan pertamax plus Rp11.000. Setiap kedai (toko) menjual bensin ada yang penuh dan tidak penuh botolnya," bebernya.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Kapten Barnabas F Tallu menjelaskan kepada GoRiau.com, perusahaan pemasok bbm telah melanggar kesepakatan. Sehingga KSOP pun harus memberhentikan distribusi bbm ke Pulau Rupat menggunakan kapal roro karena membahayakan keselamatan penyeberangan.
"Surat sudah kita berikan ke ASDP dan perusahaan pemasok, serta ditembukan ke Dirjen Perhubungan Laut. Kalau mau lancar bbm di sana (Pulau Rupat), perusahaan pemasok kita sarankan menggunakan LCT, ponton atau tongkang," ujarnya.
Kondisi tersebut tentunya akan berdampak pada pelaksanan mandi safar yang akan dilaksanakan di Pulau Rupat. Ditambah lagi, hanya dua kapal roro yang melayani penyeberangan, yaitu KMP Tasik Gemilang dan KMP Paray. Sementara KMP Kakap masih melakukan docking di Batam.
Baca Juga: Sarana dan Prasarana di Pulau Rupat Perlu Peningkatan
"Memang ada rencana dari Dishub Riau menambahkan armada dari Bengkalis. Tapi harus diperiksa marine inspecture terlebih dahulu. Apakah memenuhi persyaratan keselamatan atau tidak. Kalau memebuhi, silahkan saja beroperasi," beber Barnabas.
Baca Juga: BBM Langka di Pulau Rupat, Ternyata Perusahaan Pemasok Diduga Langgar Kesepakatan
Ia juga mengharapkan adanya penambahan kapal roro, agar penyeberangan dari Dumai ke Pulau Rupat bisa maksimal. "Kita berikan izinnya, kalau itu untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Tapi tetap melalui prosedur, karena ada proses yang dilalui," jelasnya.*** #DUMAI