PEKANBARU – Jumlah kumulatif kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Pekanbaru menembus angka sekitar 3.700 kasus hingga triwulan pertama tahun ini. Tingginya angka tersebut mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperluas skrining dan pemeriksaan medis di sejumlah titik rawan guna mencegah perkembangan virus menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedi Sambudi mengatakan kasus HIV saat ini dinilai telah mencapai puncaknya, sehingga pengawasan dan penanganan intensif sangat diperlukan.

"HIV ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik, dan transfusi darah. Kami akan cek dan bina kembali masyarakat yang berisiko," paparnya, Sabtu (30/5/2015).

Langkah pemutusan mata rantai penularan ini diperkuat dengan rutinitas pemeriksaan di wilayah lokalisasi. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho memastikan pemerintah menerapkan strategi jemput bola bagi masyarakat rentan.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan di Jondul untuk pemeriksaan HIV. Kami terus melakukan pemeriksaan," tegasnya.

Agung menambahkan, edukasi terus diberikan agar pasien yang terdeteksi disiplin mengambil obat dan menjalani pengobatan secara rutin.

"Selama ini, orang yang terkena HIV ada yang aktif mengambil obatnya di puskesmas, ada juga yang tidak. Ini kami beri edukasi," urainya. ***