PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mengklaim terus mempercepat penanganan kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah kota. Bahkan, setiap pengaduan yang masuk diminta diselesaikan pada hari yang sama tanpa menunggu hingga keesokan harinya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan percepatan penanganan PJU merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang menginginkan seluruh wilayah kota mendapatkan penerangan yang memadai.
"Sesuai arahan dan perintah Pak Wali, bagaimana membuat Pekanbaru terang. Karena itu saya minta seluruh personel, khususnya di bidang PJU, menerangi seluruh wilayah Pekanbaru," kata Masykur kepada Goriau, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, Dishub menerima berbagai laporan terkait penerangan jalan, mulai dari lampu yang mati hingga kasus pencurian kabel jaringan PJU. Laporan tersebut masuk melalui berbagai saluran, seperti layanan TRC 112, call center Dishub, maupun laporan langsung dari masyarakat.
Untuk memastikan respons cepat, Dishub mengerahkan seluruh armada yang dimiliki, terdiri dari empat unit mobil tangga dan enam kendaraan operasional yang bekerja secara bergantian selama 24 jam.
"Pengaduan hari ini masuk, selesaikan hari ini. Tidak ada pengaduan yang lewat hari. Kalau malam ini ditemukan lampu mati, paling lama besok pagi sudah harus diperbaiki," ujar Masykur.
Selain tim perbaikan, Dishub juga membentuk tim khusus patroli malam yang bertugas memantau kondisi lampu jalan sekaligus mengawasi potensi gangguan terhadap jaringan penerangan.
Tim yang disebut "Patroli Larut" itu mulai bergerak sejak pukul 23.00 WIB hingga dini hari untuk memeriksa titik-titik lampu jalan di seluruh kota.
"Tugas mereka memastikan lampu menyala. Kalau ada yang bermasalah dicatat dan dilaporkan. Kalau ada yang mencoba mencuri atau mengganggu jaringan penerangan, itu juga diawasi," kata Masykur.
Menurut dia, patroli tersebut juga berperan dalam mengungkap dugaan upaya pencurian kabel bawah tanah yang belakangan marak terjadi.
Pada Rabu (10/6/2026) siang, misalnya, petugas memergoki seseorang yang diduga hendak menggali kabel jaringan PJU di kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Namun, terduga pelaku berhasil melarikan diri sebelum diamankan.
"Saat didatangi anggota, orangnya kabur. Tetapi peralatannya tertinggal, ada cangkul dan parang," ujar Masykur.
Ia mengakui pencurian kabel menjadi salah satu penyebab gangguan penerangan jalan di sejumlah lokasi. Karena itu, pengawasan lapangan terus diperketat bersamaan dengan upaya perbaikan jaringan yang rusak.
Di sisi lain, Dishub juga mulai menindaklanjuti sejumlah usulan penambahan PJU baru, termasuk aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Kota Pekanbaru.
Salah satunya pembangunan jaringan penerangan jalan di kawasan Rumbai yang disebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar lebih.
Menurut Masykur, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pemasangan lampu, tetapi juga mencakup pembangunan tiang, jaringan kabel, panel, dan infrastruktur pendukung lainnya.
"Kalau wilayah itu memang belum ada tiang dan jaringan, tentu yang dibangun bukan hanya lampunya saja. Ada tiang, jaringan, panel, dan seluruh perlengkapan pendukungnya," kata Masykur.
Ia berharap dengan peningkatan pengawasan dan percepatan perbaikan, kondisi penerangan jalan di Pekanbaru semakin membaik sehingga dapat mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat. ***


