JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan menantang sprinter, Lalu Mohammad Zohri dan atlet lompat jauh, Sapwaturrahman untuk mencatat prestasi terbaik. Bahkan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi ini menyebut akan memberikan bonus kepada kedua atlet andalan tersebut jika mampu mencapai target yang diinginkan.

Pernyataan ini diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan yang akrab dipanggil LBP saat memantau Lalu M Zohri dan Sapwaturrahman menjalani latihan di Lapangan Atletik Stadion Madya Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (3/5/2021).

Lalu M Zohri dan Sawaturrahman akan berangkat ke Jepang, Selasa (5/6/2021)) malam untuk mengikuti "Ready Steady Tokyo" sebagai Test Event sekaligus babak kualifikasi Olimpiade di Tokyo, Jepang, Minggu, 9 Mei 2021.

"Saya akan memberikan bonus jika Lalu M Zohri yang sudah meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 mampu mencatat waktu di bawah 10 detik. Sedangkan bonus buat Sapwaturrahman akan diberikan jika dia mampu meraih tiket ke Olimpiade Tokyo dengan mencatat lompatan sejauh 8,22 Meter yang melampuai limit Olimpiade," kata Luhut Binsar Pandjaitan yang enggan menyebut jumlah bonos yang disiapkannya.

"Kondisi fisik saya sudah 90 persen setelah sembuh dari cedera. Jadi, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencatat waktu terbaik," kata Lalu M Zohri menjawab tantangan tersebut.

"Mudah-mudahan saya bisa memenuhi target lompatan 8,22 M untuk memastikan tiket ke Tokyo nanti. Saya sudah siap tampil kerena kondisi fisik saya sudah mencapai 95 persen," timpal Sapwaturrahman.

Ya, LBP memang ingin Sapwaturrahman bisa mendampingi Lalu M Zohri yang sudah terlebih dahulu memastikan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021. Dan, dia berharap Lalu M Zohiri bisa menembus babak semifinal.

"Masuk semifinal saja sudah bagus buat Lalu M Zohri yang berada di peringkat 30 besar dunia," jelasnya.

Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung menambahkan, Lalu M Zohri tampil di test event di Jepang dalam rangka untuk mencoba lapangan atletik yang akan digunakan untuk pertandingan Olimpiade Tokyo 2021. "Kita sengaja menurunkan Zohri untuk mencoba lapangan biar bisa lebih cepat beradaptasi sedangkan Sapwaturrahman ditugaskan untuk berburu tiket ke Olimpiade Tokyo 2021," ungkapnya.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19, Sapwaturrahman mengaku akan menjalani dua kali test PCR. Yakni, saat tiba di Jepang dan sehari sebelum pertandingan. "Test PCR pertama kalau negatif baru bisa diizinkan dan dilanjutkan Test PCR kedua untuk bisa tampil dalam lomba," jelas Sapwaturrahman. ***