
SERANG - Berbagai cerita pilu akibat wabah virus corona bermunculan dari berbagai daerah di Tanah Air dalam beberapa pekan belakangan ini.
Salah satu cerita memilukan itu datang dari Kota Serang, Banten. Yuli sekeluarga, warga Kelurahan Lontar baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, dalam beberapa hari belakangan terpaksa harus menahan lapar karena tak mampu membeli beras. Keluarga miskin ini terpaksa hanya meminum air galon untuk mengisi perut mereka.
Dikutip dari merdeka.com, Yuli menceritakan, sejak virus corona mewabah, sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, sudah mulai kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.
Bahkan sejak Kamis (16/4), Yuli bersama suami dan keempat anaknya benar-benar tidak bisa makan. Untuk menahan rasa laparnya, mereka hanya minum air galon isi ulang.
''Dua hari ini kami cuma minum air galon isi ulang. Anak-anak bilang lapar juga, paling minum air saja,'' katanya saat ditemui, Jumat (17/4).
Ia mengaku sempat mengadu kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun, pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum ada bantuan.
''Saya sudah datang ke RT. Katanya ga bisa dapat bantuan,'' ungkapnya.
Untuk menyambung hidup, sang suami kerap mencari barang bekas, yang bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp25-Rp 30 ribu
''Lumayan saja, satu hari kadang dapat Rp25-30 ribu. Beli beras satu liter untuk kami berenam, itu pun diirit-irit,'' ujarnya.
Sebelum ada virus corona, kehidupan Yuli terbantu oleh anak sulung yang telah bekerja. Saat ini, harapan itu musnah lantaran anaknya sudah tidak bekerja karena dirumahkan pihak perusahaan.
''Tadinya anak saya kerja. Sekarang dirumahkan karena tempat kerjanya tutup. Tambah, gaji terakhir tidak diberikan,'' tuturnya. ***