PEKANBARU, GORIAU.COM - Belasan orang mahasiswa dari Amanat Penderitaan Rakyat Riau (Ampera) menggelar teatrikal dan longmarch, Senin (14/9/2015) pagi, menuntut pemerintah Provinsi Riau, untuk segera mengevakuasi seluruh warga, lantaran kabut asap semakin parah.

Dalam teatrikalnya, belasan mahasiswa ini mendesak pemerintah Riau agar segera mengevakuasi seluruh masyarakat, mengingat kabut asap semakin parah, sehingga banyak orang yang kesulitan bernafas. "Tidak ada lagi udara segar di Riau, asap bahkan masuk ke rumah, mau ke mana lagi kami," teriak Korlap Ampera, Zainuddin.

Selain itu, massa juga menyampaikan lima tuntutan, yakni segera terapkan status tanggap darurat, yang mana sudah empat minggu belakangan kualitas udara dalam status berbahaya. Lalu meminta pemerintah agar mengevakuasi ibu hamil, bayi, balita, anak-anak dan lansia untuk segera keluar dari zona berbaya (Riau).

"Segera terima bantuan Bomba dari Malaysia dan Singapura, dan liburkan guru-guru, THL, pegawai diseluruh instansi, khususnya di Kota Pekanbaru, karena mereka juga manusia. Jangan sampai ada kematian massal akibat asap ini," teriak lantang Zainuddin.

"Presiden Jokowi jangan bermental gengsi. Akui kalau tidak mampu. Riau ini diabaikan begitu saja, sampai kami semua mati karena asap," tukasnya saat berorasi di Jalan Cutnyakdin Pekanbaru. Beberapa menit, massa lalu bergeser ke tugu Zapin untuk menyampaikan aksi serupa. (had)