SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti Dra Hj Syarifah Zumah mengaku keberadaan mereka belum familiar di Meranti. Padahal kantor ini sangat diperlukan dalam penyelesaian masalah perempuan (seperti KDRT) maupun anak-anak.

Hal itu diakui Syarifah Zumah ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2015). Kata Syarifah Zumah, banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan instansi yang siap menangani dan mengembalikan kepercayaan diri perempuan dan anak yang bermasalah.

"Keberadaan kita tidak begitu dikenal oleh masyarakat banyak. Sebab, setelah kita menangani kasus, kita tidak mengekspose mengingat dampak pada anak-anak atau perempuan yang bermasalah," kata Syarifah Zumah.

Kata Syarifah lagi, meski mereka tidak memiliki tenaga psikolog dalam menangani setiap permasalahan yang menimpa anak-anak maupun perempuan, namun bukan berarti penanganan yang mereka berikan tidak maksimal. Diakui Syarifah, tidak sedikit mereka telah menyelesaikan masalah dan mengembalikan kepercayaan diri anak-anak dan perempuan yang bermasalah, di tengah-tengah masyarakat.

"Banyak juga hasil setelah kita tangani. Tapi kalau tidak mampu di sini, maka baru kita bekerjasama dengan Disos Riau ataupun P2TP2A Riau. Setelah pulih, mereka yang bermasalah baru dikembalikan lagi ke sini (Meranti, red)," kata Syarifah pula.

Walau kurang familiar di tengah masyarakat, namun beberapa usaha terus dilakukan agar keberadaan mereka diketahui banyak orang. Biasanya, melalui pengajian-pengajian merupakan wadah tepat untuk mereka bersosialisasi.

"Kita terus bersosialisasi agar masyarakat mengetahui bahwa ada wadah yang siap menangani masalah yang menimpa anak dan perempuan," tambah Syarifah pula.

Selain itu Syarifah juga mengakui bahwa untuk saat ini kasus yang menimpa anak-anak (seperti pelecehan seksual) maupun kasus pada perempuan mengalami peningkatan. Sehingga, diharapkan betul kerjasama dari masyarakat banyak dalam hal penanganan, agar mereka yang bermasalah kembali memiliki kepercayaan diri bergabung di tengah masyarakat.

"Lapor ke kita kalau memang ada masalah, nanti kita bantu untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka saat berada di tengah masyarakat banyak," ujarnya lagi.(zal)