PANGKALAN KERINCI - Kegiatan normalisasi Sungai Sinduan dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Musim Mas di wilayah Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan dinyatakan telah sesuai aturan.

Normalisasi sungai tidak menjadi permasalahan sepanjang sesuai dengan aturan yang berlaku dan menjadi kewajiban perusahaan agar sungai berfungsi baik.

Sekretaris Indonesia Duta Lingkungan Hidup (IDLH), Suswanto S.Sos menegaskan kegiatan normalisasi Sungai Sinduan sesuai aturan mengingat kondisi sungai sudah tertutup tanaman liar dan banyaknya sampah serta kayu yang melintang.

"Setahu saya kegiatan normalisasi Sungai Sinduan juga sudah ada koordinasi dengan lurah setempat dan sudah ada surat pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup dari dinas terkait. Artinya Musim Mas sudah menjalankan prosedur dan aturan yang berlaku," katanya.

Terkait adanya tudingan PT Musim Mas melakukan pengerusakan lingkungan terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) diantaranya Sungai Napuh, Sinduan, Mengkarai, Pantan, Pelintai dan Empang Mahang, Suswanto yang juga Ketua LSM KPK Nusantara mengatakan penanaman kelapa sawit dipinggir sungai jauh sebelum aturan keluar.

"Musim Mas sudah melakukan penanaman pohon disepanjang DAS serta tidak melakukan perawatan dan pemanenan kelapa sawit yang terlanjur ditanam di pinggir sungai," ujarnya.

Lanjut Suswanto, perusahan juga sudah berkomitmen melestarikan sempadan sungai yang dibuktikan dengan adanya MoU antara management PT Musim Mas dengan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Pelalawan pada tahun 2009 lalu.

"Saya kira tudingan pengerusakan lingkungan dan DAS oleh Musim mas adalah hal yang tidak berdasar. Karena memang mereka sudah melakukan upaya perbaikan dan pengelolaan lingkungan dengan penanaman pohon dan kita berharap hal ini dapat terus dilakukan," tandasnya, Kamis (18/7/2019).*