
SEBUAH tragedi yang sangat memilukan. Ahad dinihari kemarin sebuah ruko di jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, dilalap si jago merah.
Dari rekaman video amatir tampak jilatan api yang membesar di lantai dua. Membakar seisi ruangan dengan begitu cepatnya.
Upaya pertolongan agak sulit dilakukan karena rumah terkunci rapat. Terali besi di jendela lantai dua terkesan sangat kokoh, sehingga sulit untuk melakukan evakuasi.
Tatkala tim pemadam kebakaran berhasil masuk ke dalam rumah toko itu, banyak peralatan yang sudah jadi debu. Hangus terbakar.
Tim juga menemukan keempat penghuni rumah sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Pasangan suami isteri serta dua anaknya yang menjelang dewasa. Sekeluarga tewas pada saat yang sama. Sungguh mengenaskan.
Suasana duka terasa begitu pilu saat keempat korban diusung ke Rumah Sakit Bhayangkara. Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama isteri dan pejabat setempat, menyempatkan diri menjenguk ke rumahsakit begitu mendengar terjadinya musibah ini.
Nahas memang bisa terjadi kapan saja, dan dapat menimpa siapa saja. Tak ada yang bisa mengelak. Maka Wako Agung, berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati. Terutama pada musim kemarau saat ini.
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar memperhatikan instalasi listrik, mencabut colokan yang tidak digunakan, serta mengganti kabel yang sudah usang. Yang lebih utama, Agung menekankan agar teralis rumah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga jika terjadi suatu keadaan bahaya bisa segera dievakuasi dari situ.
Seperti diketahui, kondisi rumah sekarang, terutama ruko, memang dikungkung dengan terali yang sangat rapat. Terali tak hanya di lantai dua, tapi juga naik sampai ke lantai berikutnya. Maklum, maling sekarang sudah kian piawai.
Namun, meskipun dengan terali bisa aman dari gangguan kejahatan, tapi tetap beresiko jika terjadi bencana. Seperti kebakaran, gempa, dan lainnya. Korban terkurung akibat terali yang kokoh sudah sering terjadi di mana-mana.
Agar jangan sampai terulang-ulang lagi kecelakaan yang tak diinginkan seperti itu, sebaiknya Pak Wako membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai pemasangan terali.
Bisa bekerjasama dengan para ahli untuk merancang terali yang paling aman. Bila perlu dibuat semacam tangga peluncur seperti yang terdapat di pesawat terbang. Atau setidaknya ada cara evakuasi yang paling cepat, tepat, dan aman. Dengan begitu, jatuhnya korban berikutnya bisa diperkecil, bahkan kalau bisa dihilangkan?
Bagaimana Pak Wako? Rancanglah Perda Terali agar bisa segera disahkan dewan. ***
* Penulis adalah wartawan senior bermastautin di Pekanbaru, Riau