
DUMAI, GORIAU.COM - Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2014 yang dimulai hari ini, Senin, (14/4/2014) untuk tingkat SMA sederajat yang diikuti sebanyak 3.765 siswa dari 30 sekolah yang menyelenggarakan UN di kota Dumai. Secara keseluruhan ujian nasional berlangsung dengan sukses, tertib dan lancar, kecuali di SMA Budi Dharma, Jalan Bintan Dumai, dimana soal salah alokasi dimana ujian geografi yang terkirim soal ekonomi.
Kesalahan yang terjadi, berawal saat UN jam mata ujian kedua untuk Siswa SMA Budi Dharma Program IPS, yang seharusnya naskah soal ujian dengan amplop mata pelajaran yang diujikan geografi tetapi berisi naskah soal ujian untuk mata pelajaran ekonomi.
Adanya kesalahan itu, membuat 20 peserta UN harus menunggu selama 30 menit agar bisa melanjutkan UN dengan mata pelajaran yang diujikan untuk Program IPS yakni Geografi.
Namun setelah melapor kepada Panitia UN Rayon Kota Dumai, kendala yang sempat terjadi itu bisa teratasi dengan adanya kelebihan Naskah Soal yang diambil dari SMA Budi Dharma itu sendiri dan ditambah dengan support Naskah Soal yang berasal dari SMA Negeri 2 Dumai.
Terkait kendala itu, Ketua Panitia UN Rayon Kota Dumai Drs Misdiono membenarkan adanya kesalahan naskah soal UN yang terjadi di SMU Budi Dharma tersebut.
Namun, Ia menegaskan, kesalahan naskah soal UN untuk mata pelajaran Geografi itu tidak menjadi masalah yang berarti, karena dengan cepat bisa diatasi dengan adanya kelebihan naskah soal UN yang ada di SMA Budi Dharma dan juga di support kelebihan naskah soal yang berasal dari SMA Negeri 2 Dumai.
''Tidak jadi persoalan, karena sudah dapat diatasi dengan cepat. Dengan cara, menutup kembali naskah soal Ekonomi yang berada di dalam amplop Geografi. Selanjutnya dengan mendatangkan naskah soal Geografi yang berasal dari ruang ujian lainnya yang berada di SMA Budi Dharma dan juga di support naskah soal Geografi yang berasal dari SMA Negeri 2 Dumai dari kelebihan naskah soal yang ada,'' ungkap Misdiono, seraya menambahkan setelah mendapat Naskal Soal UN yang sesuai, 20 peserta UN Program Studi IPS di SMA Budi Dharma itu kembali dapat melanjutkan ujiannya tanpa kendala.
Ia juga menerangkan, kesalahan naskah soal UN untuk mata pelajaran Geografi itu hanya terjadi di satu ruang ujian di SMA Budi Dharma yang berisikan 20 perserta UN dengan Program Studi IPS.
''Kendala penyelenggaran UN yang terjadi di hari Pertama UN di Kota Dumai hanya terjadi di satu ruang di SMA Budi Dharma. Tetapi, secara keseluruhan UN tingkat SMA sederajat di kota Dumai berjalan dengan lancar, sukses dan tertib,'' tegas Misdiono, Senin (14/04) di ruang kerjanya.
Sementara secara terpisah, Ketua Panitia UN Sub Rayon SMA/MA Kota Dumai Drs Sukaini juga membenarkan adanya kesalahan naskah soal yang terjadi di SMA Budi Dharma tersebut, tapi telah diatasi agar anak – anak didik yang menjadi peserta UN di sekolah itu tidak terkendala UN nya, karena ada sedikit kesalahan itu.
''Benar ada kesalahan naskah soal di SMA Budi Dharma. Tadi, Kepala Sekolahnya sudah melaporkan kepada saya, bahwa amplop Naskah soal Geografi, tapi isi dalam amplop tersebut ternyata naskah soal Ekonomi. Namun, itu langsung kita atasi dengan mendatangkan soal Geografi dari ruang ujian lain yang ada di SMA Budi Dharma tersebut dan juga di support kelebihan naskah soal yang ada di SMA Negeri 2 Dumai sebanyak 10 naskah soal. Sedangkan, naskah soal UN mata ujian Ekonomi tadi, telah kita minta kepada pihak sekolah untuk membuat berita acara dan menyerahkan langsung kepada Panitia UN Rayon Kota Dumai,'' ujar Sukaini yang juga Kepala SMA Negeri 2 Dumai itu, Senin (14/4/2014) .
Pantauan di SMA Negeri 2 Dumai, adanya kekurangan Naskah Soal untuk mata ujian Geografi di SMA Budi Dharma tersebut, langsung diatasi dengan cepat oleh pihak sekolah. Dimana, Kepala SMA Budi Dharma langsung turun menjemput naskah soal Geografi di SMA Negeri 2 yang berada di Jalan Putri Tujuh, Dumai.
Sebelum dijemput, naskah soal UN dengan mata ujian Geografi tersebut terlebih dahulu dimasukkan kedalam amplop berwarna coklat muda dan disegel dengan stiker yang bertuliskan Dokumen Negara.
Selanjutnya, Kepala SMA Budi Dharma Dumai Ridwan saat ditemui disekolahnya menjelaskan, kesalahan naskah soal di sekolah yang dipimpinnya itu hanya terjadi di satu ruang yang berisikan 20 peserta UN program studi IPS untuk mata ujian Geografi jam kedua yakni 10.30 – 12.30 WIB.
''Iya, ada kesalahan naskah soal di satu ruang program studi IPS yang berisi 20 peserta UN. Amplop naskah soalnya sudah benar Geografi, hanya saja isinya Ekonomi. Namun sudah kita atasi dengan menjemput kelebihan naskah soal yang berasal dari SMA Negeri 2 Dumai dan juga ada kelebihan naskah soal di masing – masing ruang UN program studi IPS yang ada disekolah kita,” ungkap Ridwan.
Dijelaskannya, dari 7 ruang Program Studi IPS di SMA Budi Dharma, hanya satu ruang yang didapati kendala, akibat salahnya naskah soal. Namun, itu teratasi karena, dalam satu ruang ujian itu tentunya ada kelebihan naskah soal, sehingga sudah bisa diatasi dari pihak sekolah sendiri dan juga dibantu naskah soal yang berasal dari SMA Negeri 2 Dumai.
Terkait adanya kesalahan itu, Ia sangat memakluminya. ''Tidak ada yang mau UN terkendala, tapi ini kan kerja manusia, jadi tidak ada yang sempurna,'' sebutnya.
Akibat adanya kesalahan naskah soal itu, Ridwan juga tidak memungkiri, 20 Peserta UN Program Studi IPS di sekolahnya itu terpkasa harus menunggu naskah soal UN mata ujian Geografi selama lebih kurang 30 menit.
''Sempat terkendala UN selama 30 menit untuk satu ruang ujian yang ada di sekolah ini. Karena, seharusnya 20 peserta UN itu sudah bisa mulai mengisi LJUN pukul 10.30 WIB, terpkasa baru mulai pukul 11.00 WIB. Maka dari itu, untuk 20 peserta UN dalam satu ruang ujian itu ada tambahan waktu khusus selama 30 menit. Seharusnya sudah selesai pukul 12.30 jadi 13.00 WIB. Namun, tergantung para peserta UN nya, kalau sebelum pukul 13.00 WIB sudah selesai, ya lebih baik,” imbuh Ridwan.
Pantauan di lapangan, meskipun UN sempat terkendala selama 30 menit di satu ruang ujian yang berada di SMA Budi Dharma tersebut, namun penyelenggaraan UN di sekolah itu tetap berjalan dengan tertib, sukses dan lancar hingga waktu UN hari pertama selesai dilaksanakan. Bahkan, para peserta didik tampak serius mengamati satu persatu soal UN, agar bisa dijawab peserta UN dengan benar. (za)