PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau, mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Sedikitnya, 7.296 warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kabut asap ini juga dikhawatirkan mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Bahkan, beberapa sekolah juga sudah mengingatkan anak didiknya untuk mengenakan masker.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Aherson mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai kondisi udara saat ini.

"Nah ini nanti kita coba komunikasikan dengan Dinas Kesehatan seperti apa tinjauan mereka mengenai kualitas udara dan ISPA yang sudah mulai terjadi saat ini," kata Aherson di Pekanbaru, Senin (5/8/2019).

Dikatakannya, apabila kualitas udara memang benar-benar berbahaya, maka mau tidak mau sekolah harus diliburkan. Mengingat, hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak buruk karhutla.

"Karena untuk meliburkan sekolah tentu ada pertimbangannya. Apakah dampak yang ditimbulkan lebih besar dari perbaikannya. Kalau memang menurut mereka sudah tergolong parah, mau tidak mau daerah-daerah yang asapnya parah akan diliburkan," tuturnya.***