PEKANBARU, GORIAU.COM - Kebijakan pemerintah melakukan pembatasan BBM bersubsidi jenis solar semakin memperburuk situasi. Khusus di Riau, antrean panjang sudah mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir.


Kelangkaan BBM tersebut memberikan dampak besar terhadap angkutan harian. Bahkan sejumlah distribusi barang mulai tersendat. Dampak nyata yang akan dirasakan masyarakat adalah kelangkaan gas LPG dan bahan pokok.


Jika kondisi ini terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan semua distribusi barang, terutama untuk kebutuhan masyarakat terancam lambat, bahkan tidak sama sekali.


Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Adizar, mengatakan, informasi yang diterima pihaknya sudah di luar dugaan. Dimana antrean panjang wilayah Dumai-Pekanbaru sudah mulai terlihat.


"Sebagian besar pasokan BBM bersubsidi untuk daerah tersebut terputus beberapa waktu belakangan ini. Sehingga, kendaraan angkutan yang biasanya menggunakan BBM bersubsidi terkendala dan tidak beroperasi," kata Adizar.


Hasil investigasi tim, kata Adizar, banyak SPBU yang kehabisan pasokan BBM bersubsidi. Padahal dalam ketentuannya, hanya 21 SPBU di Riau yang ikut kebijakan baru tentang pembatasan BBM bersubsidi tersebut.


Dengan kondisi itu, pihaknya berharap ada solusi untuk permasalahan tersebut agar pengguna jasa transportasi dan angkutan pendistribusian LPG dan bahan pokok masyarakat tidak terkena imbas negatif.


Adizar mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui terjadi keterbatasan pasokan BBM bersubsidi untuk akses Dumai-Pekanbaru.***