DUMAI, GORIAU.COM - Aksi mogok belajar yang berujung aksi unjuk rasa oleh ribuan siswa dan siswi SMAN 2 Dumai sejak tadi pagi hingga sekarang dipicu adanya informasi bahwa kepala sekolah mereka yang lama Evi Suryani difitnah sehingga harus dilakukan pergantian. 

"Kami bukan anak kecil dan kami tidak mudah dibodoh-bodohi," ujar Yona Dewi Angraini saat dikonfirmasi GoRiau.com dihalaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai Jumat (10/1/2014).

Para siswa dan siswi menuntut agar Kepsek mereka tidak diganti dan pelaku yang memfitnah tersebut harus dilengserkan dari jabatannya."Yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar," teriak para siswa dan siswi SMAN 2 Dumai.

"Yang kami tahu ibuk Evi Suryani tidak salah dan kami terima informasi bahwa ibuk evi difitnah yang tidak-tidak oleh oknum guru, sementara proses belajar mengajar disekolah baik, bahkan buk Evi juga sangat baik sama kami, selama ini juga tidak pernah ada masalah apapun," ujarnya.

Aksi ratusan siswa dan sejumlah guru pengajar tersebut berlangsung spontanitas tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

"Aksi ini kami lakukan murni dari hasil kesepakatan kami para siswa yang menilai tidak sepantasnya ibuk Evi Suryani dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah kami," ujar Yona Dewi Angraini salah satu siswi SMAN 2 Dumai kepada GoRiau.com Jumat (10/1/2014) didepan Pendopo Jalan Putri Tujuh Dumai, dimana aksi unjuk rasa digelar.

Menurut para siswa pergantian kepsek mereka dinilai adanya pihak yang dengki terhadap kepsek Evi Suryani sehingga mendadak dilakukan pergantian tanpa koordinasi terlebih dahulu.

"Ibuk Evi tidak salah dan bahkan ibuk Evi banyak menorehkan prestasi kepada SMAN 2 Dumai," tambah Yona.

Dikatakan Yona, para siswa sudah sepakat jika kepsek mereka tetap diganti maka seluruh siswa akan melakukan aksi mogok belajar keesokan harinya hingga tuntutan mereka untuk mempertahankan kepsek yang lama dikabulkan pihak Disdik Dumai.

Hingga berita ini dimuat belum ada satupun pihak Pemko Dumai maupun Disdik yang menanggapi aksi ratusan siswa tersebut meski unjuk rasa masih terus berlangsung.(egy)