PEKANBARU, GORIAU.COM - Siapa yang menyangka, ternyata penjajahan Belanda menyisakan cerita bersejarah bagi keluarga besar Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun. Dimana ibundanya ternyata pernah ditahan tentara Belanda.

Bahkan bukan ibunda saja, adik Gubri juga menjadi korban penahanan Belanda. Hal itu diutarakan orang nomor satu di Riau tersebut saat menghadiri ramah tamah bersama pejuang kemerdekaan Riau, veteran, wredatama, warakawuri di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jumat (15/8/14).

Gubri menceritakan Sang Ibunda ditahan selama 14 hari. "Penjajahan Belanda juga menyisakan sejarah bagi keluarga saya. Emak (Ibu, red) saya ditahan selama 14 hari," kata Gubri dalam sambutannya.

Dirinya yang sudah menginjak usia 74 tahun sangat merasakan bagaimana pahitnya menjalani hidup saat Indonesia masih dikendalikan Tentara Belanda. Mulai dari keselamatan, hingga susahnya mencari makan.

"Peperangan di Riau terjadi di beberapa titik besar. Seperti di Rengat, Siak dan daerah Rokan. Semuanya tidak mudah bagi masyarakat pada zaman itu untuk mencapai kemerdekaan," lanjut Gubri.

Untuk itu, dirinya lagi-lagi mengingatkan masyarakat Riau untuk menghormati bagaimana susahnya perjuangan para perintis kemerdekaan hingga mencapai titik ini. "Kita cukup dengan menghormati kemerdekaan," tandas Gubri.***