PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Petani kelapa Kabupaten Pelalawan yang menggantungkan nasib dari komiditi ini tak lagi bisa berharap banyak. Pasalnya, harga kelapa dan kopra terus mengalami penurunan. Puncak kejayaan kelapa Pelalawan sebenarnya terjadi pada tahun 1997, dan setelah itu terus tak menentu.

"Sejak dahulu sampai saat ini hampir 80 persen masyarakat bergantung dari kelapa atau kopra. Kopra sudah menjadi nadi, menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di wilyah Kecamatan Kuala Kampar dan sekitarnya," ungkap salah seorang masyarakat Kecamatan Kuala Kampar Abdul Murad.

Murad mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari buah kelapa namun hingga saat ini rendahnya harga kelapa tidak kunjung berhenti. Bahkan warga makin lama makin menjerit.

"Saat ini, harga kelapa sama sekali tidak membantu para petani, harga jual kelapa butiran maupun cungkil sangat jauh dari harapan. Harga saat ini untuk kelapa yang sudah dicungkil Rp500/Kg dengan isi sekitar 2,5 bji kelapa. Sedangkan untuk kelapa butiran atau yang masih bulat berkisar sekitar Rp300 sampaiRp 400/bijinya, besar atau kecil," katanya.

Padahal di tahun 1997, sambungnya, harga kelapa pernah mencapai kejayaannya dimana harga mencapai Rp2000 perkilogram. Tapi sejak saat itu, harga kelapa tak pernah lagi membaik. Semestinya, harga kelapa saat ini idealnya Rp1500 sampai Rp2000 perkilogram. (ilm)