
PEKANBARU, GORIAU.COM - Turunnya produksi kelapa sawit petani di Riau hingga 50 persen diperkirakan akan berlangsung dalam dua bulan ke depan. Karena itu, petani diharapkan tetap melakukan pemeliharaan sesuai dengan standar perlakukan untuk kelapa sawit.
"Memang saat ini masa trek. Dan ini akan berlangsung selama dua bulan kedepan. Karena itu, petani kita harapkan tetap melakukan pemeliharaan, terutama melakukan pemupukan,'' ujar  Ketua Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Sawit Riau, Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC.
Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Disbun Riau ini juga mengatakan, terkait permintaan pupuk gratis, pihaknya belum bisa memberikan keputusan. Karena sebutnya, hal itu harus terlebih dahulu dibicara secara internal. Tapi, yang jelas keinginan demikian tidak pernah terjadi.
"Kalau hal meminta adanya pupuk gratis dari pemerintah. Itu selama ini jarang terjadi seperti yang diusulkan petani sawit melalui Aspekpir Riau. Sebab yang ada itu, selama ini pemerintah hanya sediakan pupuk bersubsidi kepada petani. Jadi hal permintaanya pupuk gratis itu, belum bisa dipenuhi," tutup Ferry. (rdi)