
PEKANBARU, GORIAU.COM - Azharisman Rozie sudah menyiapkan beberapa program kerja yang akan menjadi fokus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, walaupun serah terima jabatan antara dirinya dan Andry Sukarmen akan dilakukan besok (6/5/2014).
"Setelah Sertijab, Rabunya langsung konsolidasi dengan seluruh anggota dan Kamisnya langsung aksi," ujar Rozie saat dikonfirmasi GoRiau.com, Senin (5/5/2014) sore di Kantornya.
Adalah masalah Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta anak punk menjadi perhatian khususnya. Sebab, walaupun sudah beberapa kali dilakukan penertiban, namun Gepeng dan anak punk masih saja berkeliaran di Kota Pekanbaru.
"Di 'traficlight' sudah berkurang, namun mereka mulai merambah ke rumah-rumah makan dan tempat-tempat umum lainnya," jelas Rozie.
Begitu juga halnya dengan pedagang, kata Rozie, yang berjualan di pinggir jalan-jalan protokol. Ia menilai, tindakan tersebut sangat mencoreng Kota Pekanbaru. Sebab, jalan protokol tersebut diibaratkan ruang tamu. "Dan setiap orang yang datang pasti akan kita bawa ke ruang tamu. Bukan ke dapur," katanya.
"Untuk itu, kami meminta para pedagang sadar dan tidak berjualan di sepanjang jalan protokol. Karena, lahan untuk berjualan sudah disediakan Pemko Pekanbaru," jelas Rozie.
Masalah lain yang menjadi fokus Satpol PP Kota Pekanbaru, yakni bangunan liar dan tak memiliki izin. Rozie berencana akan melakukan pendekatan persuasif. "Jika gagal, kita (Satpol PP) akan bongkar paksa," tegasnya.
"Begitu juga dengan warung remang-remang, kami sedang menyusun regu untuk menertibkannya," ulas Rozie.
Dikatakan Rozie, cara yang paling efektif untuk menjalankan program tersebut dengan membagi anggota ke dalam beberapa grup. "Ada grup penertiban khusus ini, khusus itu," katanya.(san)