
PEKANBARU, GORIAU.COM - Isu keberangkatan anggota DPRD Riau secara diam-diam ke luar negeri sepertinya tidak sekedar pepesan kosong. Ada empat negara yang menjadi tujuan utama, dua diantaranya telah dikunjungi. Perjalanan para wakil rakyat ini dilakukan secara bertahap agar tak menimbulkan gejolak di masyarakat, terlebih di musim kabut asap seperti.
Penelusuran yang dilakukan GoRiau.com, Senin (7/9/2015), mendapatkan informasi menarik dan hampir mendekati kebenaran. Sumber di kantor Gubernur Riau menyebutkan, rencana anggota DPRD Riau berangkat ke luar negeri bukan sekedar wacana, pasalnya sudah ada rombongan yang menjelajah benua Eropa dengan tujuan Norwegia dan Belanda."Kemarin yang saya tahu, Komisi B baru saja pulang dari perjalanan ke Amsterdam, Belanda. Berikut akan ada lagi yang berangkat, berdasarkan kebiasaan. Mau kemanakah lagi destinasi Eropa yang akan mereka telusuri?," sebut sumber dengan sedikit memberikan pertanyaaan.Setidaknya masih ada dua lagi negara Eropa yang akan mereka jelajahi. Kedua negara yang terkenal melalui sepakbola itu yakni, Jerman dan Italia. Entah apa yang menjadi tujuan kunjungan ini, sangat dianggap sia-sia. Apalagi saat ini warga Riau tengah dijejal oleh kabut asap tak berkesudahan. "Bagusnya mereka ke Malaysia dan Singapur, di sanakan selalu merasaka dampak asap dari Riau, pergi minta bantuan memadamkan api," hardiknya.Sebelumnya, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengaku telah menerima permintaan izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, dari para anggota DPRD Riau. "Memang benar, yang mengurus itu Kementerian Luar Negeri. Tapi sudah meminta izin dari Kemendagri," sebut Sumarsono.Beberapa wakil rakyat yang dimintai keterangan oleh GoRiau.com hanya mengaku tidak tahu adanya rencana perjalanan ke luar negeri. Bahkan mereka mempertanyakan kapan jadwal dirinya akan berangkat. Padahal dikabarkan dana perjalanan ke luar negeri ini sendiri masuk dalam APBD Riau 2015.Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengakui memang ada anggaran perjalanan anggota dewan ke luar negeri, bahkan dana tersebut disediakan setiap tahun. Namun Ia menyangkal kalau anggaran ini sebagai jatah anggota dewan, melainkan hanya untuk jaga-jaga. "Bukan jatah, tapi anggarannya setiap tahun selalu ada, untuk jaga-jaga suatu saat dibutuhkan," jelas Noviwaldy.Seberapa besar anggaran yang dipersiapkan? Politisi Demokrat ini mengaku lupa. Dana tersebut, kata dia, juga bukan diperuntukan bagi perorangan anggota dewan, melainkan gelondongan. "Tapi biasanya (anggaran) sama setiap tahun. Kami sudah 3 tahun tak ada memakainya," sambung dia.(rul)