TEMBILAHAN -Seorang warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau disebut mengalami sakit pasca divaksin Covid-19. Dinas Kesehatan (Diskes) memberikan klarifikasi terkait hal itu.

Kepala Diskes Kabupaten Indragiri Hilir, dr H Afrizal D, Kamis (17/6/2021) menjelaskan, pria berinsial SS (56) yang diklaim sakit pasca divaksin, telah memiliki riwayat sakit hipertensi.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) umumnya terjadi sesaat setelah penyuntikan atau paling tidak 3 jam setelahnya. Pada kasus SS (56), diketahui gejala sakit muncul 3 hari pasca penyuntikan vaksin Covid-19,” terangnya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, Afrizal menerangkan, pihak medis menyimpulkan sakit yang diderita pasien SS bukan merupakan efek dari vaksinasi Covid-19.

“Faktanya, pria yang merupakan seorang Ketua RT di wilayah Kecamatan Tembilahan itu divaksin pada tanggal 20 Mei. SS kini dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” ungkapnya.

Afrizal menyatakan, diagnosa menderita stroke karena hipertensi atau Hemiparese dextra EC stroke dan hipertensi emergency.

“Pasien SS telah dirawat selama 9 hari di RSUD Puri Husada Tembilahan terhitung sejak 23 Mei lalu. Pasien mengalami lemah tangan dan kaki kanan, sering sakit kepala sebagai tanda-tanda gejala penyakit stroke,” papar dia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra mengharapkan kebijaksanaan masyarakat dalam menerima informasi, khususnya seputar vaksinasi Covid-19.

“Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi, seperti dalam kasus pasien SS sebelum adanya hasil diagnosa atau kesimpulan oleh pihak yang berkompetensi dan berkualifikasi. Kalau tanpa dasar, nanti jadinya fitnah,” kata Trio.***