
TELUKKUANTAN - Sejak seminggu terakhir, sebagian pedagang Pasar Lumpur sudah pindah ke Pasar Rakyat Telukkuantan. Kendati baru sedikit yang pindah, ternyata halaman Pasar Rakyat tak mampu menampung pedagang.
Karena itu, para pedagang berjualan di jalan seputaran Pasar Rakyat. Petugas Dishub bersama personil polisi dilibatkan dalam mengatur lalu lintas."Kan dari kemaren sudah dibilang, pasar rakyat tak memadai. Tapi pemerintah ngotot pindahin kami," ujar Deni, seorang pedagang saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, Rabu (8/1/2017) pagi.
Selain ditutupnya ruas jalan sekitar Pasar Rakyat, bau amis dan anyir juga semerbak. Kondisi ini jelas mengganggu perkantoran sekitar Pasar Rakyat, seperti BRI dan BPJS Kesehatan.
Masih menurut Deni, beberapa pedagang yang sebelumnya sudah berjualan di parkiran Pasar Rakyat kembali pindah ke Pasar Lumpur.
"Sudah ada yang pindah lagi, bang. Memang masyarakat yang datang sedikit ke sini. Sebab, sebagian besar pedagang masih bertahan di Pasar Lumpur," ujar Deni.
Sementara itu, warga mengaku heran dengan kebijakan Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, MSi. Demi mengejar adipura, ia memindahkan para pedagang.
"Awalnya kota ini sudah bagus. Tapi, setelah pedagang dipindahkan ke Pasar Rakyat, ya beginilah jadinya. Makin kacau pendataan dan sangat jauh dari kategori kota bersih," tutur Neneng, seorang warga yang berbelanja. *** #KUANSING