TELUKKUANTAN - Arah pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada masa mendatang adalah dengan memaksimalkan potensi dan karakteristik daerah. Pemerintah Kabupaten Kuansing terus mendorong pada sisi ekonomi masyarakat dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.

Hal itu disampaikan Bupati Kuansing, Andi Putra saat sidang paripurna DPRD Kuansing dengan agenda memperingati Hari Jadi ke-22 Kabupaten Kuansing tahun 2021, Selasa (12/10/2021) pagi jelang siang.

"Kita terus mendorong pada sisi ekonomi masyarakat, kemudian pembinaan terhadap pelaku usaha kecil menengah terus diperkuat," kata Andi di hadapan anggota DPRD Kuansing serta undangan yang menghadiri sidang istimewa tersebut.

Dikatakan Andi, saat ini Kuansing punya batik Kuansing dengan berbagai motif sesuai karakteristik daerah. Untuk itu, mari bersama-sama mempromosikan batik khas Kuansing ini, begitu juga dengan potensi-potensi lainnya.

"Jika ini kita lakukan bersama secara terus-menerus, maka daerah kita akan menjadi daerah yang mandiri dan memiliki daya saing," kata Andi Putra.

Di samping itu, lanjut Andi Putra, inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah pada seluruh aspek mesti dilakukan. Hal ini bertujuan untuk efektivitas pelayanan publik dan peningkatan tata kelola pemerintahan ke arah yang lebih baik.

"Kemandirian dan inovasi daerah merupakan tolak ukur pada aspek daya saing daerah pada masa mendatang," tutur Andi.

Bupati Kuansing juga memaparkan kondisi Kuansing 22 tahun silam, saat Kuansing menjadi daerah otonom baru. Saat itu, Kuansing dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya infrastruktur, sarana dan prasarana yang tidak memadai, serta minimnya sumber pembiayaan atau pendapatan daerah.

"Alhamdulillah, dengan usaha bersama dalam mencermati peluang yang ada, sehingga sampai pada posisi saat ini, kita mampu berdiri sejajar dengan kabupaten kota lainnya di Provinsi Riau," tegas Andi.

Seiring dengan perkembangan zaman, lanjut Andi, permasalahan pembangunan berkembang secara dinamis dan Pemkab Kuansing mesti mengelolanya dengan baik. Teknologi informasi memberi akses publik untuk turut memberikan kritik, saran dan masukan terhadap pembangunan. Kemudian, paradigma penyelenggaraan pemerintahan daerah terus berubah, seiring dengan perubahan peraturan perundang-undangan.

"Berkaitan dengan hal tersebut, kita membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi dan mampu mengikuti perkembangan zaman," ujar Andi.

Dikatakan Andi, tahun 2021 merupakan tahun yang sangat strategis dan bermakna bagi masyarakat Kuansing. Sebab, pada tahun ini, Pemkab Kuansing menyusun rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) dan menentukan arah kebijakan pembangunan lima tahun mendatang.

Dokumen ini berisi rencana program prioritas daerah sebagai perwujudan pelaksanaan visi misi kepala daerah yang disampaikan saat kampanye. Pemkab Kuansing mengerahkan seluruh potensi kekuatan, agar apa yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik demi terwujudnya Kuansing sebagai negeri bermarwah.

"Semuanya tentu bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuansing," ujar Andi.

Andi menyadari, tantangan yang dihadapi tentulah tidak mudah. Terlebih, pandemi Covid-19 terus berlangsung dan tidak pernah tahu kapan berakhirnya. Kondisi ini juga menghadapkan Kuansing pada situasi keuangan yang terus berkurang sebagai akibat sistematis dari dampak Covid-19. Namun demikian, kata Andi, pihaknya terus mencari solusi dengan sumber-sumber pembiayaan pembangunan, terutama pada sektor pendapatan asli daerah.

"Sehingga kita dapat memastikan kebutuhan pembangunan di tengah-tengah masyarakat, mampu menjawab dengan baik. Di samping itu, dalam pelaksanaan pembangunan banyak sekali kebutuhan masyarakat yang harus kita akomodir, sedangkan kemampuan keuangan terbatas, memaksa kita melaksanakan pembangunan secara bertahap berdasarkan prioritas bahkan super prioritas akan kebutuhan pembangunan," kata Andi.***