PERAWANG - Kesedihan yang mendalam dirasakan para tetangga Mardewita, warga Perumahan Agnagriya Permai Jalan Lingkar Barat, Desa Pinang Sebatang Barat, Tualang, Siak, Riau. Penderita kanker ovarium stadium 4 ini menghembuskan nafas terakhir tanpa didampingi suami dan anak-anaknya.

Warga yang sebelumnya sempat senang dengan kedatangan tim medis dari Puskesmas Tualang, juga punya harapan Dewi bisa mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Sebab di rumah, tidak ada suami ataupun anak yang merawatnya.

"Saat dokter datang tadi, kondisi Dewi sudah kritis kata dokternya. Ambulan juga sudah dipanggil untuk membawanya ke Rumah Sakit. Tapi Allah berkehendak lain, teman kami meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Mira, Jumat (16/8/2019) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Diceritakan Mira, perjuangan temannya untuk sembuh itu sangat tinggi. Namun dukungan dan semangat dari orang-orang yang dicintainya tidak ada. Bahkan suaminya yang bekerja di salah satu perusahaan besar di Perawang ini meninggalkannya sejak kondisinya fisiknya berubah.

Ads
"Bahkan saat meninggal tadi, suaminya juga sulit dihubungi hingga terpaksa dijemput oleh warga. Semoga teman kami husnul khotimah," kata warga lainnya yang merasa sangat kehilangan Dewi yang dikenal dengan sosok cerita di komplek perumahan itu.

Mardewita menderita kanker ovarium ini sejak Agustus 2018 lalu. Dia sudah 2 kali menjalani operasi dan kemo untuk proses pemulihan. Namun kondisi kesehatannya terus menurun dalam 1 bulan terakhir. ***