
PEKANBARU - Tingginya tingkat konsumsi cabai di Provinsi Riau membuat impor cabai dari provinsi tetangga makin meningkat. Hal ini pun kembali diperparah dengan naik turunnya harga cabai yang terkadang meroket.
Untuk menekan impor sayuran terutama cabai dan bawang, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Riau, Darmansyah akan mengajak masyarakat Riau untuk menanam sayuran di pekarangan rumah.
"Luas pekarangan rumah kita kan masih ada yang tersisa, bisa kita tanami sayuran. Setidaknya tanami cabai dan bawang. Ini namanya program Tanam Pangan Mandiri," papar Darmansyah kepada GoRiau.com, Kamis (7/1/2016) di Pekanbaru.
Agar wacana ini kelak berjalan dengan baik, Darmansyah akan melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat secara langsung. Masyarakat akan dituntut setidaknya dapat menanam sayuran untuk mencukupi kebutuhan pangan rumah tangganya sendiri.
"Harga cabai kadang naik nggak tanggung-tanggung, sedangkan selera pedas kita tinggi. Kalau tanam sendiri kan bisa hemat dan menekan impor cabai juga," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Muhammad Firdaus menyampaikan hasil pantauannya mengenai harga sembako yang masih stabil dan harga cabai mengalami penurunan. Harga tersebut terpantau dari dua pasar di Kota Pekanbaru, yakni Pasar Sukaramai dan Pasar Cik Puan.
"Pantauan tanggal 7 Januari 2016, harga cabai mengalami penurunan menjadi Rp39.500 per kg, sebelumnya Rp45.000 per kg. Sementara, harga bawang hari ini Rp53.500 per kg dari harga sebelumnya Rp 64.500 per kg," jelas Firdaus.
Ia pun sangat mengapresiasi program tanam pangan mandiri tersebut sebagai upaya ketahanan pangan bagi Riau, sehingga tidak perlu tergantung kepada pasokan dari daerah luar provinsi.
"Kalau semua punya tanaman sendiri, akan terbentuk ketahanan pangan kita. Tidak akan kekurangan lagi, harga di pasar pun bisa stabil," tuturnya. ***