SELATPANJANG - Ada 3 janda tua dalam satu rumah yang tinggal di Jalan Dorak Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Janda tua itu sama sekali tidak memiliki anak dan saat ini sudah sakit-sakitan.

Ketika ditemui GoRiau, Kamis (7/1/2016) siang, kondisi menyedihkan dari keluargaini terlihat jelas. Dimana, dalam gubuk sederhana tersebut ada 3 janda tua tidak bisa bekerja, ditambah satu perempuan yang usianya lebih setengah abad. Meski tak janda, perempuan itu rupanya belum menikah.

Dia bernama Farida, usia lebih 50 tahun. Dalam rumah berwarna kuning itu, Farida bersama kakak kandungnya bernama Zainun. Zainun merupakan janda yang sudah sakit-sakitan. Meski masih bisa berjalan, namun Zainun tidak bisa untuk bekerja.

Kemudian, di dalam rumah itu juga, ada janda yang lainnya. Dia adalah Syamsiah, usia 70an tahun serta Maryam usia 90an tahun. Syamsiah merupakan pupu dari Farida dan Zainun. Sementara Maryam merupakan bibik dari Syamsiah, Farida dan Zainun.

Akibat dari tidak bisa bekerja ini, keempat perempuan asal Kota Sagu itu hidup mengharapkan bantuan dari keluarganya. Untuk membeli pulsa listrik Rp20 ribu saja, keluarga janda ini tak mampu mencari uang.

"Jangankan untuk yang lain-lain, untuk makan saja masih mengharapkan bantuan tetangga (yang masih ada hubungan famili)," kata Farida.

Farida mengaku, sebelumnya memang ada pihak yang datang dan membantu. Namun, bantuan itu hanya sesekali. Mereka mengharapkan, kalau ada pihak yang berbaik hati bisa membantu rutin setiap bulannya. "Selaku warga yang kondisinya begini, kalau ada bantuan rutin, kami sangat senang," ujar warga yang tinggal sekitar 1KM dari Kantor Bupati Kepulauan Meranti itu lagi.

Pantauan GoRiau siang itu, Syamsiah terlihat terbaring lemah di lantai beralaskan tikar plastik yang sangat tipis. Kata Farida, sejak 2 tahun belakangan, Syamsiah tidak bisa lagi berjalan akibat lemah di bagian lutut. Selain itu juga ada gangguan penglihatan.

"Dia (Syamsiah) hanya tiduran seperti itu. Berjalan tak bisa, penglihatan juga sudah terganggu," ujar Syamsiah.

Selain itu, kondisi Maryam juga tidak kalah menyedihkan. Maryam juga tidak lagi bisa berjalan. Ia hanya bisa ngisut, dan penglihatannya sama sekali sudah tidak berfungsi.

Diceritakan Farida, sekitar 10 tahun lalu, Maryam tertabrak sepeda motor sewaktu pulang dari salat di Masjid Mujahidin Dorak. Sejak tertabrak itu lah, kesehatan Maryam mulai terganggu. Maryam sering sakit-sakitan dan diiringi dengan gangguan penglihatan. ***