PEKANBARU - Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan akan memajukan kader potensialnya di Pilkada Kepulauan Meranti usai ditinggalkan oleh Said Hasyim yang hijrah ke Golkar.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Riau, Zulfi Mursal mengatakan, memang secara survei kader PAN belum ada di puncak klasemen. Hal itu dikarenakan kader PAN tunduk atas aturan dan keputusan partai.

"Sebelumnya kan kita mendukung penuh Said Hasyim, waktu itu dia kader kita dan menjabat sebagai Wakil Bupati. Makanya kita usulkan ke DPP," kata Zulfi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Sabtu (4/7/2020).

Kader PAN, jelas legislator asal Siak ini, adalah politisi yang paham etika dan moral. Ketika ada yang lebih layak, pantas dan mendapat dukungan dari DPP, maka kader lain akan menahan diri.

"Makanya ketika dia (Said Hasyim) mengundurkan diri, kader kita bermunculan. Kader kita selama ini menahan diri, mereka mau mendahulukan Said Hasyim. PAN itu punya banyak kader yang mampu kok sebenarnya. Salah satunya Fauzi Hasan," tuturnya.

Fauzi Hasan yang merupakan Ketua DPD PAN Kepulauan Meranti selama ini menahan diri dan memilih untuk menjadi pendukung Said Hasyim, karena DPP PAN sudah memberikan dukungan ke Said Hasyim.

"Jadi kami di PAN sistemnya begitu, kalau ada yang didukung DPP, maka yang lain harus memberi jalan. Contohnya saya, karena PAN memberi peluang ke Alfedri, saya persilahkan pak Alfedri maju. Begitu etika kader di PAN," tutupnya. ***