
SELATPANJANG - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terkesan lakukan pembiaran terhadap keberadaan orang gila. Pasalnya, setiap hari sangat banyak orang gila berkeliaran Ibukota, Selatpanjang.
Hal itu dengan mudah terlihat. Di beberapa titik keramaian seperti Taman di Kolam Jalan Merdeka, Taman Cikpuan, atau kedai kopi daerah perkotaan, sangat banyak ditemukan orang gila.
Orang gila yang seolah tak ada keluarga sama sekali sangat sering berlalu lalang di tengah kota. Bahkan sudah ada yang hidup terlantar bertahun-tahun.
Mulai dari yang perkaian lengkap, sampai dengan mengenakan busana seadanya. Hanya secerbis kain yang digantung seolah menjadi celana.
Pantauan GoRiau, beberapa orang gila itu hidup dari belas kasihan orang atau terpaksa memungut makanan dari tong sampah.
Terkadang, tak sedikit orang gila membawa uang receh seribuan atau dua ribu untuk membeli makanan di kedai nasi. Aroma tak sedap sangat menyengat semerbak tercium ketika orang gila ini mendekat.
"Besok-besok kalau ada yang mau tamasya sambil menyaksikan orang gila lalu lalang, suruh ke Selatpanjang saja," ungkap Syaiful, ketika ditemui di lokasi Kolam, Jumat (3/12/2016).
Meski kondisi ini terlihat begitu jelas di tengah perkotaan, tak ada sedikitpun upaya dari Pemda, dalam hal ini Dinas Sosial untuk membuat kebijakan. Mereka selalu beralasan tenaga kurang, tidak ada tempat penampungan atau menunggu keluarga (orang gila tersebut, red) untuk menyerahkan ke dinas sosial.
Oleh karena tak ada kebijakan sama sekali sejak beberapa tahun belakangan, terlihat orang gila begitu banyak di tengah perkotaan. Terkadang tak sedikit anak-anak menjadi takut. ***