PANGKALAN KERINCI – Sejak diluncurkan pada tahun 2014, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah bermitra dengan 39 desa di 5 kabupaten di Provinsi Riau, yang mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektare.

Tahun ini, 3 desa berpartisipasi dalam Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP). Penandatanganan Penandatangan perjanjian kerja sama atau MoU digelar di Hotel Unigraha, Kompleks PT RAPP Pangkalan Kerinci pada, Jumat (23/6/2023).

Tiga desa yang berpartisipasi dalam FFVP tahun 2023 adalah Desa Air Hitam dan Desa Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan dan Desa Kuntu, Kabupaten Kampar.

Direktur RAPP Mulia Nauli dalam sambutannya menyampaikan, FFVP merupakan program kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melibatkan partisipasi masyarakat di desa-desa di sekitar Hutan Tanaman Industri (HTI) milik APRIL Group.

Program ini adalah bukti komitmen serius dari APRIL Group untuk mencapai Nihil Kebakaran (zero fire) melalui konsep kolaborasi dan kemitraan multipihak antara badan usaha swasta, pemerintah dan masyarakat.

Program yang diluncurkan oleh RAPP pada tahun 2014 ini telah terbukti berhasil mencegah dan menurunkan angka kebakaran di desa-desa peserta FFVP.

Hingga tahun 2023 ini, RAPP telah bermitra dengan 42 desa di 5 kabupaten di Provinsi Riau, dengan total cakupan wilayah mencapai 903.863 hektare.

Program ini telah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar mengenai dampak lingkungan dan kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan.

“Program FFVP ini terdiri dari beberapa program diantaranya adalah sosialisasi pencegahan kebakaran hutan, kemudian memberikan bantuan dan dukungan untuk pembersihan lahan untuk bertani dan bercocok tanam tanpa harus membakar lahan dan juga memberikan penghargaan kepada desa yang tidak mengalami kebakaran selama periode kerjasama,” paparnya.

Wakil Bupati Pelalawan, H Nasarudin dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Desa Bebas Api dan mengapresiasi upaya RAPP dalam mencegah karhutla khususnya di Kabupaten Pelalawan.

“Kami pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan terus melakukan upaya pencegahan karhutla seperti berkolaborasi dengan RAPP melalui Program Desa Bebas Api, kemudian juga melakukan sosialisasi serta pengadaan alat berat untuk antisipasi dan pencegahan kebakaran," katanya.

Pj Bupati Kampar, Muhammad Firdaus mengapresiasi upaya dari RAPP untuk mencegah karhutla dengan melibatkan masyarakat setempat. Apalagi dengam kondisi cuaca yang sangat ekstrim, saat ini.

"Cuaca saat ini memang sangat ekstrim, semoga kebakaran bisa dicegah karena mencegah lebih baik daripada memadamkan. Kami mengapresiasi upaya RAPP untuk mencegah karhutla terutama dengan menggandeng Desa Kuntu dsri Kabupaten Kampar. Semoga Desa Kuntu bisa mempertahankan desanya tidak kebakaran dan mendapatkan reward 100 juta dari RAPP," tandasnya.

Mou dihadiri Direktur RAPP Mulia Nauli, Wakil Bupati Pelalawan Nasarudin dan Pj Bupati Kampar Muhammad Firdaus, Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto, Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo, Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Arh Mulyadi, Kepala UPT KPH Sorek Dewi Handayani, Kepala UPT KPH Kampar Kiri Wiwik Suryani, camat dan kepala desa dari 3 desa peserta FFVP 2023.

Sebagai informasi tambahan, FFVP memiliki lima elemen, yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan berturut-turut dalam periode musim kemarau, keterlibatan Forest Protection Ranger yang direkrut dari masyarakat untuk mencukung pencegahan kebakaran, memberi dukungan pembukaan lahan dengan peralatan pertanian, melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar, serta pemantauan kualitas udara menggunakan perangkat pengukur PM10 di 7 lokasi di Provinsi Riau.

Pemerintah terus menggalakkan sinergi multipihak untuk mencegah karhutla menjelang musim kemarau yang prediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan lebih kering sehingga lebih rawan karhutla.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya peran dari pemerintah daerah yang dianggap menjadi ujung tombak dari pencegahan karhutla. ***