PEKANBARU - Kembali maraknya aksi penjambretan di Kota Pekanbaru-Riau, menjadi perhatian khusus Polresta Pekanbaru. Dalam satu hari, tepatnya Senin (25/4/2016) kemarin dua kasus penjambretan terjadi di Pekanbaru.

Diawali dengan peristiwa penjambretan yang dialami Anita Sari, sekitar pukul 21.15 WIB ketika dirinya baru pulang bekerja, dua orang pria tidak dikenal merampas tas miliknya yang digantung di sepeda motor.

Dalam kejadian itu, korban merugi hingga Rp5 juta, setelah kehilangan satu unit laptop dan dua unit handphone, saat melintas di persimpangan Jalan Soekarno Hatta-Muhajirin, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Beberapa menit berselang, sekitar pukul 22.40 WIB, Diana juga menjadi korban penjambretan, saat berjalan kaki seorang diri di trotoar persimpangan Jalan Sudirman-Sam Ratulangi, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru dan kehilangan sebuah tas berisi dua handphone, uang Rp500 ribu serta kartu identitas.

Dengan mulai maraknya aksi penjambretan itu, Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, kepada GoRiau.com, Selasa (26/4/2016) siang, mengatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang memang dikenal rawan tindak kriminal.

"Selain patroli di titik rawan, upaya pengungkapan terhadap para pelaku kejahatan juga terus kita lakukan," kata Putut.

Adanya dugaan aksi penjambretan dilakukan oleh pelaku yang sama, Waka menambahkan, hal tersebut bisa saja terjadi, karena melihat cara mereka yang selalu mobile dalam menjalankan aksinya.

"Bisa saja, penjambretan yang terjadi Senin kemarin itu, pelakunya sama. Karena mereka ini melakukan aksinya secara mobile di tempat-tempat berbeda," pungkas Waka.***