
SELATPANJANG - Aziz, salah seorang warga Rangsangpesisir, Kepulauan Meranti, Riau, akhirnya meminta maaf atas pernyataan yang menyebutkan porter Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang telah mematok harga tinggi pada barang bawaannya. Menurut Aziz, tujuannya agar ada ketentuan harga di pelabuhan tersebut.
Pernyataan Aziz atas tingginya harga yang dipatok di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang, dibantah keras Jon, salah seorang Porter Feri Batam Jet. Menurut Jon, Aziz jelas-jelas melakukan pembohongan.
Jon mengaku mereka merasa dirugikan dengan pernyataan Aziz beberapa waktu lalu. "Kemarin dia buat pernyataan diminta uang Rp100 ribu untuk barang yang beratnya sekitar 20kg-an. Kami katakan itu tidak betul," ujar Jon. Menurut lagi Jon, barang yang dibawa Aziz itu beratnya sekitar 150kg-an. Sehingga dengan berat tersebut, pihak porter yang juga mempunyai perasaan hanya meminta biaya Rp100 ribu. Bahkan, tambah Jon, saking beratnya barang bawaan Aziz, pihak Feri Batam Jet menolak membawa tong berisi ikan milik Aziz untuk dibawa ke Tanjungbalai Karimun. "Kita bekerja dengan hati dengan logika. Kami ini mencari makan, bukan mencari makan sumpah. Hanya orang bodoh yang ingin membayar barang 20kg-an dengan harga Rp100 ribu," kata Jon lagi.
Menurut Jon, tong yang digunakan untuk menyimpan ikan milik Aziz itu, berat kosongnya saja lebih 20kg. Ditambah isi (yang katanya ikan, red), diperkirakan sekitar 100kg. "Barang itu berat, kami saja enam orang mengangkat dari bot ke ponton. Kemudian mengangkat ke bot untuk dibawakan ke Tanjungbalai," ujar Jon lagi.
Sementara Aziz, ketika dikonfirmasi GoRiau awalnya membantah barang bawaannya seberat 100kg-an. Menurut mantan Legislatif Kepulauan Meranti 2009-2014 itu, ikan kurau bawaannya hanya sekitar 24Kg (perekor sekitar 8kg, sebanyak 3 ekor). Ia menggunakan tong besar lantaran tong kecil tidak ada.
"Yang mengangkat dari bot pancung ke ponton memang saya bayar Rp20 ribu. Mereka empat orang, bukan enam. Yang saya pertanyakan itu yang mengangkat dari Ponton ke Marina Srikandi dia minta Rp100," ujar Aziz pula.
Ketika disinggung tentang penolakan oleh Ferri Batam Jet untuk membawa barangnya lantaran berat dan memakan tempat, Aziz membantah. Kata Aziz, itu lantaran tidak ada kecocokan ongkos antara permintaan pihak Feri dengan dirinya. "Saya mau Rp200 ribu, tapi pihak Ferry mau lebih. Akhirnya tak jadi," kata Aziz lagi.
Saat sedang asyik berbicara dengan Aziz, tiba-tiba Jon Porter Batam Jet muncul. Aziz langsung tak banyak berbicara.
Ujung-ujungnya Aziz mengaku salah atas apa yang disampaikan kemarin. Menurut Aziz, dia hanya ingin ada ketetapan harga di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang.
Aziz akhirnya menyampaikan permintaan maafnya kepada Porter Selatpanjang melalui Jon. "Saya akui saya salah. Saya minta maaf, tolong sampaikan salam saya kepada teman-teman porter," kata Aziz meminta maaf seraya menjabat tangan Jon.
Setelah Aziz pergi, Jon mengaku harus terlebih dahulu harus berkomunikasi dengan teman-temannya di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang atas apa yang terjadi ini. "Saya tanyakan dulu pendapat teman-teman, maunya mereka seperti apa dengan Aziz ini," ujar Jon. ***