PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebelum menghembuskan nafas terakhir, tadi pagi, Sugiono (47), korban perampokan di kabupaten Inhu, Rabu (7/7/2015) siang kemarin, sempat memuntahkan cairan yang diduga darah namun berwarna hitam. Saat itu korban sudah dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, tetapi hanya sebatas infus dan oksigen.

Setelah dirujuk dari RSUD Indrasari Rengat ke RSUD Arifin Achmad, malam tadi, Almarhum Sugiono sempat mendapat perawatan dengan diberi infus dan selang oksigen. Bahkan saat di RS, korban juga sempat memuntahkan cairan warna hitam.

"Tapi gak tau itu darah atau bukan. Selain itu cuma dikasih infus dan oksigen, dan tidak ada perawatan lainnya. Sampai Sugiono meninggal dunia," sebut abang ipar korban, Yudarmin, Kamis (9/7/2015) siang.

Pihak keluarga menilai, RSUD Arifin Ahmad kurang cepat dan maksimal dalam melayani pasien, sejak ia kritis hingga meninggal dunia. Padahal Sugino sudah dipindahkan dari Rengat ke RSUD Arifin Achmad sejak Rabu malam kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain itu, keluh Yudarmin, pihak keluarga juga merasa sedikit kecewa, sebab RSUD, baru akan melaksanakan operasi pengangkatan peluru di pinggang Sugiono siang nanti. Sementara korban meninggal tadi pagi pukul 07.00 WIB.

"Informasi sementara begitu. Pihak RSUD bilang operasi untuk mengambil peluru yang masih ada di pinggang adik ipar saya, baru bisa dilakukan pukul 13.00 WIB siang ini, padahal meninggalnya tadi pagi," katanya.

Adapun Sugiono, ditemukan warga setempat dalam keadaan bersimbah darah di jalan Poros antara Dusun Sibabat I dengan Dusun Sibabat II, Inhu, Rabu (8/7/2015) siang kemarin, sekitar pukul 12.00 wib siang. Korban ditembak dua orang perampok, lalu melarikan uang senilai Rp170 juta. Sempat saat itu korban dibawa ke RSUD Indrasari Rengat. (had)