DURI - Sala lauak adalah cemilan khas Pariaman, Sumatera Barat yang digemari banyak orang di ranah minang. Dan bahkan, makanan berbahan dasar tepung beras yang ditambahkan bumbu rempah dan ikan asin ini juga mampu mengalahkan menu berbuka puasa lainnya.

Hal itu tampak jelas di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tidak hanya peminat atau pembelinya saja yang banyak, tetapi pedagang sala lauak ini juga mulai menjamur di sepanjang Jalan Hangtuah, Sudirman, Jalan Mawar, Simpang Geroga, Sebanga dan sejumlah Jalan poros lainnya.

Ikon kuliner Pariaman yang populer ini juga kerap di pesan pengunjung hotel yang sudah memesan ruang khusus acara buka bersama. Bahkan, istri dari Gubernur Riau, Andy Rahman yaitu ibu Sisilita juga sangat menyukai makanan yang diadon bulat-bulat ini.

"Iya saya suka sala lauak, selalu ada yang ngantar kerumah, makanya ada sala lauak dalam tuperwer gini," kata Ibu Sisilita belum lama ini kepada GoRiau.com saat dirumah dinas menjamu Puteri Indonesia Riau 2016 bersama ibu Embung Ahmad Syah Harrofie.

Ditempat terpisah, Ayu yang masih keturunan Pariaman, karyawan Swasta asal Duri yang kini bekerja di Jakarta, mengaku pernah sempat mengari ibu-ibu di kantor Gubernur Riau untuk membuat sala lauak yang enak. Mayoritas ibu-ibu di kantor Gubernur Riau juga sangat menyukai kuliner khas Pariaman ini.

"Dulu saya pernah membuatkan sala lauak untuk diacara tukar cincin teman kantor saya. Kebetulan ibu nya banyak teman di kantor Gubernur. Begitu mereka coba sala buatan saya, lalu mereka tanya pesan dimana kepada orang tua teman saya. Saat dijawab bikin sendiri, lalu ibu-ibu di kantor Gubernur juga pengen diajarin gimana membuatnya," kata Ayu bercerita kepada GoRiau.com, Sabtu (18/6/2016) melalui pesan BBM.

Saat ditanya mengenai resep membuat sala lauak, Ayu juga tidak pelit berbagi ilmunya. Karena ia juga bangga, makanan khas kampung halaman mama nya banyak digemari masyarakat di daerah Riau dan sekitarnya. Bahkan di Jakarta sekalipun sala lauak juga menjadi incaran masyarakat, karena sulit menemukannya.

Dijelaskannya, resep sala lauak yang ia berikan selama ini kepada orang yang pernah diajarkannya adalah sebagai berikut:

Bahan,
1. Beras 1 gelas
2. Tepung beras 1bungkus (disangrai 30 menit)
3. Seledri dan daun bawang 1 ons (diiris tipis)
4. Daun kunyit 2 lembar (diiris tipis)
5. Jahe, lengkuas, kunyit secukupnya atau 1 sendok makan (dihaluskan)
6. Bawang putih 1ons (dihaluskan)
7. Bawang merah 3 siung (dihaluskan)
8. Cabe merah/ cabe rawit sesuai selera (haluskan)
9. Penyedap rasa (rayco dan sasa) dan garam 1/2sendok makan
10. Ikan asin gembung atau ikan asin belah 1,5 ons (disuir-suir)
11. Air putih 12 gelas.

Caranya,
Beras dimasak seperti bubur (lontong) dengan air 8 gelas, masukan semua bumbu yang sudah dihaluskan, daun yang sudah diiris, dan ikan asin yang sudah disuir.

Kemudian air yang sisa 4 gelas, masukan lagi ke adonan yang sudah dicampur smuanya. Ditambahkan rayco 1bungkus dan penyedap rasa secukupnya + garam 1/2 sendok.

Kemudian ditunggu mendidih. Setelah itu masukkan tepung beras yang sudah di sangrai ke dalam adonan bubur dengan cara sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan salalauak menjadi adonan yg siap untuk di cetak (adonan jangan terlalu keras).

Setelah itu adonan dicetak bulat-bulat dengan menggunakan tangan yang beralaskan plastik dan sedikit minyak goreng agar adonan mulus. Barulah salah lauak sempurna dan siap untuk digoreng serta di nikmati bersama anggota keluarga dan orang yang kita cintai.

"Selamat mencoba resep sala lauak, makanan khas Pariaman, Sumatera Barat, kampung Nenek saya Halimah Tussadiah yang masih tetap cantik diusianya saat ini. Dulu kakak sepupu saya, Silvia saat tinggal di Amerika juga pernah mencoba membuat sala lauak dengan resep yang saya paparkan tadi. Semoga resep saya bermanfaat buat yang suka sala lauak," tutup Ayu. ***