
PEKANBARU - Pada Pencanangan Zakat Hasil Pertanian (Padi) dan Panen Raya di Kelurahan Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, Senin (29/1/2018), ada hal berbeda. Danrem 031/Wirabima dan Bupati Siak memberikan kejutan untuk petani dan pelajar yang hadir acara tersebut.
Awalnya usai Bupati Siak Syamsuar menyampaikan pidatonya, tiba-tiba dirinya mengatakan kalau Danrem 031/Wirabima Brigjend Edy Nasution memberikan masukan untuk memberikan hadiah.
"Tadi waktu duduk, Pak Edy berbisik sama saya. Bagaimana kalau kita berikan hadiah untuk masyarakat yang hadir. Tapi untuk petani dan pelajar saja," kata Syamsuar saat berdiri dipodium.
Setelah itu, Brigjend Edy Nasution secara spontan berdiri dan berjalan naik ke atas podium menemani Syamsuar. Mereka saat itu mengenakan pakaian khas Jawa dengan corak garis dan warna oranye dan hijau.
"Petani yang hadir mana, acungkan tangan. Ia, yang dipojok sana maju ke depan sini," ucap Syamsuar seraya mengajak petani berdiri di atas podium.
"Kalau tidak bisa menjawab kebangetan. Coba uraikan singakatan dari KTNA," tanya Brigjend Edy Nasution kepada petani tersebut.
Dengan penuh semangat, petani ini menjawab. "Kontak Tani Nelayan Andalan" ucap petani yang akhirnya mendapatkan hadiah sebuah handphone yang diserahkan Brigjend Edy Nasution.
Pemberian hadiah yang memdadak itu tak sampai disana. Syamsuar kembali mengatakan siapa yang bisa menjawab pertanyaan akan mendapatkan telpon genggam, kali ini untuk pelajar.
"Ya pelajar perempuan di sana. Maju ke depan ya," ajak Syamsuar terhadap pelajar SMA.
Syamsuar pun memberikan pertanyaan karena siswi SMA yang maju memiliki prestasi yang membanggakan. "Siapa nama Raja Kecik," tanya Syamsuar.
Dengan lantang siswi SMA itu menjawab, "Abdul Jalil Rahmadsyah," jawab siswi SMA yang mengenakan kacamata. Siswi ini pun sangat senang mendapatkan hadiah dari pemimpin terpopuler di Riau.
Pemberian hadiah ini mengundang decak kagum masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Bahkan, karena ucapan kedua pemimpin yang lucu, membuat masyarakat tertawa lepas. ***