SELATPANJANG, GORIAU.COM - Keluarga Iman Hafizi (14) siswa korban kekerasan oleh Satpam SMAN 1 Merbau Julizar (29) sepakat berdamai setelah dilakukan mediasi oleh pihak sekolah dan kepolisian. Sebelum damai, Julizar sempat menangis-nangis minta maaf atas tindak kekerasan yang dilakukan pada siswa berusia 14 tahun itu.
Hal itu sebagaimana diceritakan Hidayat, orang tua Iman Hafizi, kepada wartawan, Minggu (29/8/2014). Kata Hidayat, pelaku (Julizar, red) sempat menangis-nangis meminta maaf kepada mereka atas apa yang telah dilakukannya kepada Iman Hafizi. Di hadapan forum dia mengaku khilaf dan tidak sengaja menendang Iman Hafizi.
"Dia menangis, betul-betul mengaku salah dan khilaf atas perbuatannya. Atas saran dan masukan dari pihak sekolah dan Kapolsek, kami akhirnya setuju berdamai," ungkap Hidayat melalui sambungan selulernya.
Meski begitu sudah berdamai, kata Hidayat pula, mereka khawatir sewaktu-waktu timbul dampak buruk pada kesehatan anaknya akibat dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh Julizar. Untuk itu, pihak keluarga Syafiq meminta dibuat perjanjian.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Merbau Tati Wahyuni SPd, membenarkan kalau kedua belah pihak sudah menyatakan berdamai. Memang, akuinya, pihak keluarga sempat meminta sekolah memberhentikan Satpam tersebut. Namun, pihaknya kembali meminta agar diberi kesempatan kepada pelaku untuk memperbaiki diri.
Ditanya soal sanksi dari sekolah kepada Satpam atas kekerasan yang dilakukannya tersebut, Kepsek menjelaskan tidak ada sanksi, tetapi pelaku dibuat perjanjian. Dan, apabila kemudian hari korban mengalami dampak buruk pada kesehatannya akibat pemukulan tersebut, maka pihak sekolah sepakat untuk sama-sama membawanya berobat ke rumah sakit.
"Sesuai kesepakatan dalam perjanjian, jika dia (Satpam) mengulangi perbuatan yang sama lagi nantinya, maka langsung berurusan dengan kepolisian sesuai perjanjian yang disaksikan Kapolsek Merbau," kata Kepala SMAN 1 Merbau itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Iman Hafizi ditendang Julizar, Jumat (26/9/2014) lalu. Iman dinilai ceroboh karena masuk sekolah terburu-buru waktu bel berbunyi sehingga tidak menutup pintu pagar sekolah. Atas prilaku Iman itu, Julizar merasa marah dan menendang bagian belakang Iman.
Tendangan itu tepat mengenai di tubuh siswa berusia 14 tahun tersebut dan membuatnya tersungkur. Akibat tendangan sang Satpam, Iman mengalami luka lecet di tangan, dan sakit di bagian dada. Pihak keluarga sempat membuat laporan ke polisi Jumat sore itu, karena tidak terima anaknya diperlakukan secara kasar.
(zal)