
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tengku Syahril (14) adik dari Tengku Yudi Pratama (22) warga Gang Kemiri Jalan Rintis Kelurahan Selatpanjang Selatan, Meranti, Riau, lari terbirit-birit setelah menyadari rumahnya terbakar, Jumat (10/1/2014) dinihari. Rupanya gerak-gerik Syahril yang menyelinap di tepi-tepi rumah warga layaknya maling itu membuat kaget, dan diteriaki maling oleh tetangganya.
Demikian diceritakan oleh salah satu tetangga Syahril, Rudi, yang ditemui dilokasi kebakaran, Jumat (10/1/2014) pagi. Menurut Rudi, waktu itu Syahril lari keluar rumah sembari ketakutan dan tak mampu bersuara, karena sewaktu kebakaran Ia sedang tidur. Dan ketika terbangun api sudah membesar, entah perasaan apa yang merasuk Syahril, Ia langsung melompat dan kabur tanpa berusaha memadamkan api.
"Satu persatu warga sekitar yang melihat kejadian ini (ada seseorang lari, red) secara bersahutan menjerit meminta tolong, dan meneriaki," ungkap Rudi.
Akibat teriakan ini, banyak warga keluar membawa senjata tajam karna menduga ada maling yang sedang beraksi, namun melihat api yang sudah membumbung tinggi dari rumah dua saudara yatim piatu itu, semua senjata dilempar ke pinggir jalan. Warga pun mulai sibuk memberikan pertolongan sembari mengambil ember berisi air untuk memadamkan api yang mulai ganas itu.
Usaha warga tidak membuahkan hasil, api tak bisa dikendalikan, sementara pihak Damkar Meranti tak kunjung tiba di lokasi meski sudah dihubungi. Warga pasrah, rumah papan yang didiami dua anak yatim piatu itu tak lagi terselamatkan, dan dalam waktu sebentar, rumah papan tersebut sudah rata dengan tanah.
Warga hanya bisa berupaya agar api tidak merembet ke rumah sekitarnya.
Akibat kejadian ini, korban diperkirakan rugi ratusan juta karena tak satupun harta benda korban yang berada dalam rumah terselamatkan, kecuali pakaian yang melekat di badan.
Dapat disampaikan pula, kebakaran ini diakibatkan pemasangan sebatang lilin oleh Syahril yang diletakkan di atas tutup kaleng cat sebelum Ia tidur sekitar pukul 00.30 Wib Jumat dinihari itu. Lilin itu dipasang karena listrik di Selatpanjang mati, sementara abang kandungnya Yudi Pratama yang merupakan buruh pelabuhan itu sedang berada di luar.
Ini kebakaran kedua kalinya di Selatpanjang yang disebabkan oleh lilin dalam kurun waktu 2 minggu belakangan. Minggu (29/12/2013) yang lalu dua kontrakan milik Kepala Desa Mengkikip Tarmizi Zaini (50), dan Basri, di Jalan Kalifah Umar RT002 RW004 Selatpanjang juga ludes disapu si jago merah ketika menghidupkan lilin untuk penerangan saat listrik mati.(zal)